UNAIR NEWS – Dramaturgi XVIII garapan mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (Basasindo) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) 51动漫 (UNAIR) kembali hadir. Kegiatan itu bakal berlangsung pada Senin (19/6/2023) mendatang di Gedung Kesenian Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur. Pentas tersebut merupakan pementasan drama tahunan yang berlangsung untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Dramaturgi.
Mengusung tema keperempuanan, Dramaturgi XVIII mempersembahkan Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani. Puji Karyanto SS MHum selaku dosen pengampu mata kuliah sekaligus produser dalam pementasan ini memberikan penjelasan. Menurutnya, eksistensi pertunjukan drama sebagai alat untuk mengangkat budaya tetap terbuka walaupun ada banyak film dan drama korea. Pasalnya, konsep dan muatan yang ada di dalam ketiga hal tersebut berbeda.
淜eberadaan film di bioskop dan banyaknya drama Korea yang anak muda gandrungi terhadap eksistensi drama itu tidak apple to apple. Masing-masing punya segmentasi yang berbeda. Selain itu, kita tidak boleh memaksa mereka untuk mencintai apa. Intinya mereka punya segmentasi dan publik sendiri. Eksistensi drama masih bisa menunjukkan fungsinya sebagai wahana untuk mengangkat budaya, ujar Puji Karyanto (8/6/2023).
Menurut Puji Karyanto, pemilihan naskah Bunga Rumah Makan masih memberikan ruang interpretasi kepada setiap kelompok teater. Lebih lanjut, naskah ini masih relevan karena hal-hal yang tampil sangat relevan dengan keadaan saat ini. Menurutnya, naskah hanya wahana untuk sampai pada tujuan pementasan. Selain itu, jelasnya, dalam pementasan selalu bersifat ideologis dan akan berbeda-beda dengan kelompok lainnya.
淪aya berharap ke depannya Dramaturgi ini tidak hanya berhenti sebagai mata kuliah. Tapi juga sebagai tempat bagi teman-teman yang memiliki minat dalam hal drama. Harapan sayaDramaturgi semakin kokoh dan kuat sebagai salah satu ikon dari prodi dan menjadi agenda tahunan FIB, tutur Puji Karyanto.

Dramaturgi sebagai Usaha Meningkatkan Nilai Budaya
楢alimah Qurrata A檡un sebagai pimpinan produksi mengatakan bahwa, Dramaturgi XVIII ini merupakan titik balik dari Dramaturgi beberapa tahun sebelumnya yang tidak bisa terlaksana dengan sempurna. Lebih jelas, ketidaksempurnaan itu tentu saja bukan karena unsur kesengajaan, melainkan karena pandemi Covid-19 yang menyerang dunia selama dua tahun.
Dalam persiapannya, mahasiswa Basasindo angkatan 2020 tersebut memutuskan untuk latihan lima kali dalam sepekan. Lebih lanjut, karena Dramaturgi ini adalah mata kuliah, maka pementasan Dramaturgi XVIII ia dan tim persiapkan sejak awal semester genap.
Sebagai pimpinan produksi, A檡un sapaan akrabnya, berharap Dramaturgi XVIII menjadi pembangkit setelah dalam beberapa tahun terselenggara secara online melalui YouTube. Terlebih, jelasnya, pementasan ini berlangsung di Gedung Kesenian Cak Durasim sebagai representasi panggung drama di Jawa Timur.
淗arapannya, pementasan ke-XVIII ini mampu mengembalikan momentum yang memorable para alumni Dramaturgi Basasindo. Selain itu, saya juga berharap pementasan ini dapat meningkatkan nilai kebudayaan yang dewasa ini telah terdistraksi oleh beberapa aspek, tutupnya (13/6/2023).
Penulis: Cahyaning Safitri
Editor: Nuri Hermawan





