51动漫

51动漫 Official Website

Dua Award berhasil Diraih Mahasiswa FH UNAIR di Australia

TIM The 19th International Maritime Law Arbitration Moot (IMLAM) 2018 berhasil meraih prestasi di TC Beirne School of Law, the University of Queensland, Australia. (Foto: Istimewa)
TIM The 19th International Maritime Law Arbitration Moot (IMLAM) 2018 berhasil meraih prestasi di TC Beirne School of Law, the University of Queensland, Australia. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS Kabar gembira kembali datang untuk 51动漫 dari kota Brisbane, Australia. Delegasi 51动漫 mencatatkan prestasi internasional dalam ajang The 19th International Maritime Law Arbitration Moot (IMLAM) 2018 di TC Beirne School of Law, the University of Queensland, Australia, mulai 29 Juni sampai 3 Juli.

Dalam ajang itu, dua award berhasil diraih tim UNAIR. Dua award tersebut adalah The Sarah Derrington Encouragement Award dan Overall Runner-Up Written Memoranda. Award tersebut didapat setelah UNAIR mengalahkan 28 tim peserta dari berbagai negara di dunia.

Dalam ajang IMLAM, UNAIR merupakan satu-satunya perguruan tinggi wakil Indonesia yang berhasil membukukan prestasi itu. Selain UNAIR, delegasi lain dari Indonesia adalah Universitas Indonesia, Univesitas Gadjah Mada, dan Universitas Padjajaran.

Bertindak sebagai speaker, yaitu mahasiswa Fakultas Hukum (FH) atas nama Regine Wiranata dan Bima Danubrata Adhijoso. Sementara itu, mahasiswa lainnya adalah Shofy Suma Nisrina, Indarwati Atika Shanti, dan Auly Nahdyan Mafaza. Ketiganya bertindak sebagai researcher.

Capaian prestasi internasional tersebut mengulang sekaligus menambah panjang deretan prestasi yang diraih tim IMLAM UNAIR. Sebab, pada 2017, tim IMLAM UNAIR berhasil menyabet gelar Best Newcomer.

Dalam kesempatan yang berbeda, Nilam Andalia Kurniasari, SH. LL.M, selakku head of coach tim IMLAM delegasi UNAIR menyampaikan apresiasinya kepada para pihak yang telah membantu kesuksesan tim. Dia berharap UNAIR bisa kembali mencetak prestasi untuk ajang IMLAM pada tahun depan.

滱tas nama tim IMLAM FH UNAIR 2018, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan para pimpinan FH, para alumni, dan seluruh civitas academia yang telah memberikan dukungan secara moril maupun materiil kepada kami. Tanpa dukungan tersebut, mustahil kami bisa berkompetisi secara maksimal, ungkap Nilam.

滽别尘别苍补苍驳补苍 team IMLAM FH UNAIR ini merupakan cambuk agar kami lebih berprestasi lagi di IMLAM tahun depan yang akan diselenggarakan di Belanda. Kami mohon terus dukung kami agar bisa terus mengharumkan nama almamater di kancah internasional, tambahnya.

IMLAM merupakan ajang internasional tahunan bagi para mahasiswa studi hukum yang concern dengan isu hukum maritim. Tahun ini penyelenggaraan IMLAM yang ke-19 dan diikuti 28 tim peserta dari universitas ternama dari 13 negara.

滽esulitannya, kami kan berkompetisi dengan universitas di Australia yang sudah familiar hukum di sana. Kami ini universitas dari Indonesia system hukumnya benar-benar berbeda. Kalau kita berdasar undang-undang, mereka berdasar kasus, ujar Regina.

滻tulah yang menurut kami menjadi challenge. Dengan kerja keras tim akhirnya kami mampu melewati itu sehingga berhasil meraih prestasi dalam ajang ini, imbuhnya. (*)

Penulis: Masitoh Indriani

Editor: Feri Fenoria Rifa檌

AKSES CEPAT