UNAIR NEWS – Buat alat deteksi serangan jantung hantarkan tim PKM-KC UNAIR dapatkan 2 medali perak kategori presentasi dan poster di Pekan Ilmiah Mahasiswa (PIMNAS) 31. Tim dengan PKM berjudul QUSHNADE (Quick and Smart Heart Analyzer Mobile Device) sebagai Deteksi Acute Myocardial Infarction atau AMI itu diketuai oleh Rahardian Tarunosudirjo dengan dua anggota Aji Sapta Pramulen dan Difa Fanani serta dibimbing oleh Deni Yasmara, S.Kep.Ns., M.Kep.
Ketua tim yang akrab dipanggil Dion itu mengungkapkan, PIMNAS 31 ini adalah kali keduanya bertandang mewakili UNAIR setelah berhasil lolos di PIMNAS 30 lalu.
淭ahun lalu juga ikut, tapi hasilnya kemarin masih harus legowo. Untuk itu, karena tahun ini masih ada rasa penasaran bagaimana cara biar PKM-KC UNAIR dapat medali emas, saya bersama tim buat PKM lagi di PIMNAS 31, ungkap Dion.
Setelah tahu lolos di PIMNAS 31, Dion beserta timnya menargetkan medali emas dan berfokus berlatih untuk membenahi kekurangan-kekurangan di PIMNAS 30 lalu. Tantangan baru muncul ketika tim tahu kalau juri di kelas merupakan juri yang paling senior untuk juri PKM-KC sehingga latihan tanya-jawab diperbanyak.
淛uri yang ada di kelas kami, saat memberi pertanyaan menuntut mahasiswa pengangkat permasalahan harus paham betul secara merinci tentang solusi yang diajukan dan solusi yang sudah ada, tutur Dion.
Dion menambahkan, kemarin saat presentasi sampai ada yang diberi pertanyaan tentang apakah mereka pernah melihat telur keluar secara langsung dan bagian mana yang keluar duluan, tumpul atau lancipnya.
Walaupun begitu, Dion menjelaskan, ketika sesi presentasi dan tanya-jawab yang dilakukan timnya lancar, meski sempat grogi sehingga ada beberapa kata kunci yang belum terjawab.
Saat pengumuman juara tiap kelas di PIMNAS 31 (01/9) dan setelah mengetahui Dion dan tim mendapatkan 2 penghargaan setara perak pada presentasi dan poster Dion mengaku senang.
沦别苍别苍驳 sih pastinya, tapi masih sedikit kecewa karena tim kami belum bisa memberikan medali emas untuk UNAIR pada PIMNAS 31 ini,
Dion menyatakan, kesan mengikuti pembinaan sampai hari-H PIMNAS 31 ini sangat berkesan sekali karena mendapat fasilitas yang terbaik dari kemahasiswaan, dosen TPK, dan Garuda Sakti. Pesan tak lupa disampaikannya ke rekan perjuangan PIMNAS 31 kontingen UNAIR.
淗arus bersyukur dengan hasil yang didapat dan tetap harus jaga silaturrahim sebagai keluarga kontingen UNAIR untuk PIMNAS 31. Semoga juga di PIMNAS 32 UNAIR bisa membawa pulang piala adikarta, pesan Dion.
Penulis : Hilmi Putra Pradana
Editor : Nuri Hermawan





