51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Mahasiswa UNAIR Bagikan Pengalaman Summer Camp ASEAN

Dua Mahasiswa UNAIR dalam Program Summer Camp Kepemimpinan (foto: narasumber)
Dua Mahasiswa UNAIR dalam Program Summer Camp Kepemimpinan (foto: narasumber)

UNAIR NEWS “ Dua mahasiswa 51¶¯Âþ (UNAIR) sukses mewakili kampus dalam program Summer Camp internasional bergengsi hasil kerja sama oleh ASEAN University Network (AUN) dengan Ateneo de Manila University, Filipina. Dua mahasiswa tersebut yakni Dinda Afiatik Mumtazah, mahasiswa dan Afrigh Abrar Brahmantya, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Program berlangsung selama dua minggu, sejak 15 hingga 28 Juni 2025, yang berfokus pada penguatan kepemimpinan serta isu keberlanjutan global.

Langkah Awal

Keterlibatan mereka dalam program ini, bermula dari inisiatif mencari informasi melalui website resmi Global Unair. Setelah seleksi internal oleh UNAIR dan melampirkan berkas, nama mereka dikirim ke pihak Ateneo de Manila University untuk seleksi akhir.

“Pengalaman ini merupakan pengalaman pertama kali kami bisa merasakan kesempatan untuk mendapatkan international exposure, jadi seperti suatu kesempatan yang berharga bagi kami untuk bisa mengikuti program ini,” ungkap Dinda. 

Mengikuti Berbagai Kegiatan

Dalam program ini, mereka menjelaskan bahwa banyak kegiatan yang mereka lakukan selama 2 minggu di Filipina. Antara lain, kegiatan kampus tour, kelas atau lecture langsung dari profesor yang membahas kepemimpinan masa depan terkait SDGs. Selain Itu, mereka juga mendapat kesempatan berdiskusi dengan tim, workshop, hingga pameran inovasi produk berbasis futures thinking.

Lebih lanjut, dari workshop yang mereka ikuti yang menyinggung tentang kepemimpinan yang berkelanjutan. Selama kegiatan tersebut, mereka mencoba mengenali potensi diri sebagai pemimpin dan memahami tipe-tipe kepemimpinan yang sesuai dengan karakter masing-masing.

“Kami sendiri merupakan peserta aktif yang terdiri dari 32 peserta yang berasal dari seluruh negara dari Asia Tenggara (Southeast Asia, ASEAN) serta dibimbing oleh 8 Camp Leader yang membimbing kelompok-kelompok di program ini,” ungkap Afrigh. 

Materi yang paling berkesan bagi mereka adalah mengenali kelebihan dan area yang perlu dikembangkan dalam diri masing-masing. Sehingga mereka menyadari bahwa setiap orang memiliki potensi kepemimpinan yang berbeda, dan jika mendapat arahan secara tepat, hal tersebut dapat menghasilkan kolaborasi yang efektif.

“Kami juga sangat terkesan terkait apapun yang kita lakukan, konsumsi, pakai, dan kebiasaan sehari-hari ternyata bisa berdampak terhadap keberlangsungan lingkungan,” terang Afrigh. 

Refleksi Global

Lebih dari itu, pengalaman lintas negara yang mereka alami menjadi hal yang sangat berkesan. Selama kegiatan berlangsung, mereka sering terlibat dalam pertukaran budaya yang membuka wawasan baru. Mulai dari belajar kosakata asing hingga mengenal fakta-fakta menarik dari negara-negara lain di Asia Tenggara.

Meski demikian, Dinda dan Afrigh mengakui terdapat tantangan yang mereka hadapi, terutama dalam hal komunikasi lintas budaya. Mereka mengungkapkan bahwa kecepatan bicara, perbedaan aksen, hingga istilah asing menjadi hambatan awal. “Meskipun sama-sama sudah bisa berbahasa Inggris, kadang kami juga harus menyesuaikan pace mereka pada saat berbicara. Sehingga tak jarang kami meminta klarifikasi terkait pengucapan kata tertentu, atau konfirmasi terkait maksud dari statement yang dia ucapkan,” tutur Afrigh.

Penulis : Adinda Octavia Setiowati

Editor : Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT