UNAIR NEWS Bilqistia Maulida Farahditaningtiyasmahasiswa D3 Manajemen Pemasaran angkatan 2016 dan Rufidatid Darojatul Firdausiyah S1 Farmasi angkatan 2016 berhasil menjadi delegasi Asia Student Summit 2018. Kegiatan yang bertajuk 淒eveloping the Next Generation of Leaders in Asia berlangsung di Seoul, Korea Selatan pada 16 20 Juli 2018.
Dalam kegiatan tersebut, Bilqis Maulida Farahditaningtyas bersama tim Aanchal sebagai ketua (India), Harmoni (Vietnam), Aryan (India), Patricia dan Christian (Filipina), Silvi dan Gidy (Indonesia) serta Miera (Malaysia) berhasil meraih predikat sebagai Best Tim Presentation melalui hasil esai yang mereka kerjakan dengan tema Military in South Korea.
Mahasiswa yang akrab disapa Bilqis itu menjelaskan bahwa dalam mengerjakan esai tersebut, tim memutuskan untuk menggali lebih dalam terkait respon warga korea mengenai wajib militer yang merupakan kebijakan dari pemerintah. Dalam pengerjaannya, tim memutuskan untuk mencari responden yang terdiri dari empat responden dan 2 dua responden muda serta dua responden yang sudah berumur.
Dari hasil responden tersebut, imbuhnya, terdapat perbedaan pendapat. Pasalnya, pihak yang sudah berumur merasa tidak keberatan dengan adanya wamil karena untuk mengabdi pada negara.
“Sementara pihak yang masih muda merasa keberatan karena ketika melakukan wamil, gaji yang didapat lebih kecil dari gaji yang didapat ketika kerja diluar. Hal ini karena, ketika melakukan wamil, maka mereka wajib untuk melepaskan pekerjaan mereka saat itu,” jelasnya.
Disamping itu, mahasiswa UNAIR yang lain Rufidatid Darojatul Firdausiyah atau yang akrab dipanggil Dosy menuturkan, meskipun belum berhasil mendapatkan award sebagai best tim presentation, ia mengaku mendapat banyak pelajaran baru. Salah satunya adalah melalui kasus yang diberikan kepada timnya terkait Drinking Culture in South Korea.
“Karena dalam pengerjaan esai tersebut, saya menjadi tahu terkait sejarah budaya minum-minum tersebut, dan perbandingan budaya minum-minum di zaman sekarang dan lampau,” jelasnya.
Penulis: Galuh Mega Kurnia
Editor: Nuri Hermawan





