n

51动漫

51动漫 Official Website

Kunjungi UNAIR, Dubes Pakistan Bahas Kerjasama dan Beri Kuliah Umum

dubes pakistan
Duta Besar Pakistan untuk Indonesia dan Rektor 51动漫 bertukar suvenir. (Foto: Defrina Sukma S)

UNAIR NEWS 51动漫 terus memperluas dan mempererat kerjasama dengan perguruan tinggi di luar negeri. Salah satunegara yang berpotensi untuk membangun kolaborasi dengan UNAIR adalah Pakistan. Hal itu ditandai dengan adanya kunjungan dari Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Muhammad Aqil Nadeem.

Kedatangan Dubes Pakistan untuk RI disambut oleh Rektor Prof. Mochammad Nasih beserta jajaran pimpinan universitas dan delegasi fakultas-fakultas. Dalam pertemuan yang dilangsungkan di Ruang Sidang Pleno, Rabu (10/5), kedua pihak membahas tentang potensi kolaborasi akademik antara perguruan tinggi-perguruan tinggi di Pakistan dengan UNAIR.

Menurut Nadeem, UNAIR merupakan salah satu universitas terbesar yang memiliki pengetahuan baik seputar kerjasama internasional. Hal penting lainnya yang diapresiasi oleh Nadeem adalah kemampuan mahasiswa UNAIR dalam menyampaikan pertanyaan-pertanyaan seputar politik, hubungan internasional, dan pendidikan.

淪aya sangat merasa senang karena 51动漫 merupakan universitas yang besar di kota yang indah dan memiliki pengetahuan yang memadai tentang kerjasama internasional. Selain itu, yang membuat saya bangga adalah mahasiswa di sini sangat brilian berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan dalam diskusi, tutur Nadeem.

Dalam pertemuan tersebut, para delegasi dari fakultas membicarakan sejumlah poin penting seperti kolaborasi penelitian dan publikasi, dan pertukaran mahasiswa maupun staf pengajar. Wakil Dekan III Fakultas Farmasi Dewi Melani Heriyadi, dan Wakil Dekan III Fakultas Kesehatan Masyarakat Ira Nurmala mengatakan bahwa mereka ingin melakukan kolaborasi penelitian dan publikasi artikel penelitian di jurnal yang diterbitkan universitas di Pakistan.

Menanggapi hal tersebut, Nadeem mengaku akan berkomunikasi dengan pihak-pihak perguruan tinggi di negaranya. 淜ami akan berdiskusi karena kami mencari mitra-mitra yang tepat untuk membangun kolaborasi antar universitas di Indonesia dan Pakistan, imbuh Nadeem.

Dari pertemuan para delegasi UNAIR dan Pakistan, sivitas akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik memiliki prospek untuk menjalin kerjasama dengan universitas di Pakistan yakni International Islamic University dan Bahria Islamic University. Bentuk kerjasama tersebut adalah pertukaran staf pengajar dan penelitian bersama.

Wakil Dekan III FISIP Prof. Myrtati Dyah Artaria mengatakan pihaknya akan menawarkan kepada para dosen FISIP untuk meneliti tentang sosiologi gender. 淜ami sudah dihubungi oleh pihak universitas di Islamabad terkait hal ini. Kami tinggal menawarkan kepada mereka (para pengajar studi gender) terkait penawaran ini, terang Myrta.

Sebelum mengadakan pertemuan dengan para pimpinan universitas, Dubes Pakistan untuk Indonesia didapuk untuk memberikan kuliah umum di FISIP bertajuk 淧akistan and Indonesia Relations: Away Forward. Dalam paparannya, Nadeem mengatakan bahwa Indonesia dan Pakistan memiliki sejarah diplomatik yang panjang.

淣ama Soekarno sangat tenar di sana. Jika Anda pergi ke Pakistan, bertanyalah dan setiap orang akan tahu tentang Indonesia ataupun Soekarno. Karena negara kita memiliki hubungan yang baik, terang Dubes Pakistan.

Di hadapan para mahasiswa, Nadeem menghendaki agar mereka menuntut ilmu sebaik-baiknya dan mengisi masa depan negara bangsa dengan meneruskan proses politik yang demokratis.

淪alah satu hal yang saya pelajari dari Indonesia adalah transisi dari pemerintahan otoritarian menuju demokratis. Indonesia saat ini begitu progresif, liberal, dan toleran. Penting bagi mahasiswa seperti kalian untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi demi keberlangsungan proses politik yang demokratis, pungkasnya.

Penulis: Defrina Sukma S

AKSES CEPAT