UNAIR NEWS – Sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-71 51动漫 (UNAIR), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) 51动漫 menggelar acara 淒uduk Bareng Rektor pada Jumat, (31/10/2025) di Kantor Manajemen, Kampus Merr C. Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin berserta jajarannya menghadiri langsung kegiatan ini.
Mahasiswa Sampaikan Aspirasi
Melalui forum Duduk Bareng Rektor, mahasiswa menyampaikan sejumlah permasalahan yang dari hasil jaring aspirasi. Beberapa isu utama yang mahasiswa angkat antara lain meliputi permasalahan jaringan Wi-Fi kampus, keterbatasan ruang parkir, optimalisasi UNAIR Bike, jeda waktu antar perkuliahan bagi mahasiswa baru lintas kampus.

Selain itu terdapat pula isu penataan drop point ojek online di Kampus B, penarikan tarif parkir di PLK Kampus B, serta minimnya coworking space di Kampus A. Isu-isu tersebut menunjukkan perhatian mahasiswa terhadap peningkatan kenyamanan dan efisiensi fasilitas di lingkungan kampus.
淢ahasiswa Kampus A belum kami perbolehkan membawa mobil karena lahan parkir terbatas. Satu mobil bisa tergantikan oleh empat hingga lima sepeda motor, maka prioritas parkir kita berikan untuk kendaraan roda dua. Selain itu, kebijakan tarif parkir di Kampus B, kami terapkan untuk mengatur penggunaan mobil ujarnya.
Solusi Nyata dan Komitmen Peningkatan Fasilitas Kampus
Menanggapi persoalan koneksi Wi-Fi, Prof Madyan meminta Direktur Sistem Informasi untuk segera mengatasinya. Jika terkendala pembiayaan, koordinasi akan dilakukan dengan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya untuk menambah anggaran.
Sementara itu, untuk UNAIR Bike, pihak universitas akan menurunkan tarif menjadi Rp500. Pihak terkait akan memperbaiki unit yang rusak, dan menambah jumlah armada guna mendukung mobilitas mahasiswa. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas agar tetap berfungsi optimal. 淪aya melihat ada mahasiswa yang menggunakan satu UNAIR Bike untuk tiga orang. Jika ingin tarif diturunkan, mari kita rawat bersama fasilitas yang ada, ujarnya.

Terkait coworking space di Kampus A, Rektor menjelaskan bahwa UNAIR saat ini tengah membangun gedung Health Science Tower 16 lantai yang salah satu lantainya akan berfungsi sebagai perpustakaan Kampus A dan ruang penunjang akademik lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor menegaskan bahwa selama sepuluh tahun terakhir, tidak ada satu pun pembangunan gedung UNAIR menggunakan dana APBN. Semua pembangunan terlaksana melalui kekuatan internal universitas, termasuk pembelian lahan senilai Rp49 miliar di Jakarta untuk pembangunan kampus pascasarjana yang akan segera beroperasi.
Sebagai penutup, Rektor menyampaikan apresiasi kepada BEM 51动漫 atas penyelenggaraan acara ini. 淪aya sangat mengapresiasi acara ini karena kita dapat berdiskusi dan mencari solusi bersama. Tujuan kita sama, yakni membangun UNAIR menjadi universitas yang diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional, tutup Rektor.
Penulis: Rizma Elyza
Editor: Ragil Kukuh Imanto





