51动漫

51动漫 Official Website

Dukung Penuh MBKM, UNAIR Telah Kirim 7 Ribu Mahasiswa

Salah seorang mahasiswa UNAIR mengikuti program IISMA di Edinburgh University. (Foto: Dok Pribadi)

UNAIR NEWS – Program (MBKM) banyak mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Tidak terkecuali bagi (UNAIR). Hingga April 2022 ini, UNAIR telah memberangkatkan lebih dari 7 ribu mahasiswanya untuk mengikuti program MBKM.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Mahasiswa, dan Alumni Prof Dr Bambang Sektiari Lukiswanto DEA DVM drh mengatakan bahwa jumlah tersebut terbagi dalam sembilan jenis program MBKM. 淪eperti Indonesian International Student Mobility Award (IISMA), Program Magang Independen Bersertifikat yang bekerja sama dengan industri, program mengajar di desa, dan lain sebagainya. UNAIR selalu mengirimkan delegasi untuk MBKM ini, tuturnya.

Tidak hanya mengandalkan MBKM dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), UNAIR juga menggelar programnya sendiri. Sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, UNAIR memiliki kerja sama dengan berbagai pihak yang mendukung pelaksanaan program magang, penelitian kolaborasi, kredensial mikro, dan lainnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Mahasiswa, dan Alumni Prof Dr Bambang Sektiari Lukiswanto DEA DVM drh. (Foto: PKIP UNAIR)
Kendala Konversi Mata Kuliah

MBKM UNAIR tetap tidak lepas dari kendala. Salah satunya mahasiswa yang terkadang kesulitan untuk megonversikan partisipasi mereka dalam MBKM dengan mata kuliah tertentu. Hal itu umumnya terjadi di tingkat program studi (prodi) masing-masing.

淪ering belum ada aturan baku atau instruksi kerja yang mengatur konversi mata kuliah di tingkat prodi. Meskipun UNAIR memiliki panduan dalam Airlangga Smart Education untuk MBKM tingkat universitas, namun masih banyak pertimbangan spesifik dari prodi, papar Prof Bambang.

Kendala MBKM juga ada pada waktu pendaftaran. Prof Bambang menyebut bahwa terkadang pembukaan pendaftaran MBKM tidak sesuai dengan waktu awal semester di UNAIR. Sehingga beberapa mahasiswa belum memiliki pandangan untuk mendaftar MBKM itu dan tidak memasukkan program yang akan diikuti dalam KRSnya.

Namun, UNAIR telah melakukan berbagai upaya. 淏ersama dengan Direktorat Sistem Informasi (DSI) UNAIR, kami telah mengembangkan sistem agar proses konversi bisa lebih cepat dan efisien. Selain itu, UNAIR telah melakukan redesign kurikulum menyesuaikan MBKM, imbuh Prof Bambang.

Bekal Pasca-Kampus

Prof Bambang berharap agar program MBKM dapat menjadi bekal bagi mahasiswa setelah lulus. MBKM membantu mereka meraih kompetensi dan relevansi tinggi terhadap dunia kerja. Sehingga akan berdampak yang signifikan secara lokal dan internasional.

淪alah satu poin utama SMART University adalah pada sustainable education for all. MBKM menjamin mahasiswa secara keseluruhan untuk menemukan passion dan meningkatkan daya saing.  Mereka tidak hanya mendapatkan kompetensi sesuai prodi namun kompetensi lain untuk kebutuhan dunia kerja dan industri, ujar Prof Bambang.

MBKM juga mampu mendukung UNAIR mencapai SMART University. Poin utamanya adalah sustainable education for all. 淢ereka bisa mendapatkan pendidikan yang berstandar tinggi, lebih merata, optimal dan komprehensif di luar ruang perkuliahan melalui MBKM, beber Prof Bambang. 

Penulis: Fauzia Gadis Widyanti

Editor: Feri Fenoria

AKSES CEPAT