51动漫

51动漫 Official Website

Dukung SDG 3, Mahasiswa BBK 7 UNAIR Gencarkan Aksi Door to Door Cegah Stunting di Banyuwangi

Door to Door ke rumah salah satu warga Dusun Sumberurip untuk melakukan edukasi dan konsultasi mengenai stunting. (Foto: Aulia Arsyitha Rahmaputri)
Door to Door ke rumah salah satu warga Dusun Sumberurip untuk melakukan edukasi dan konsultasi mengenai stunting. (Foto: Aulia Arsyitha Rahmaputri)

UNAIR NEWS Persoalan tumbuh kembang anak dan pencegahan stunting menjadi fokus utama mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 (UNAIR) yang diterjunkan di Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi. Program itu hadir sebagai wujud nyata dukungan terhadap , khususnya poin ke-3 yakni menjamin kehidupan yang sehat dan sejahtera.

Melalui program kerja bertajuk Kelas Keluarga Cerdas Tumbuh Kembang, mahasiswa turun langsung untuk memastikan pemantauan gizi balita berjalan optimal. Kegiatan itu dipusatkan di Posyandu Naga, Dusun Sumberurip, pada Senin (12/1/2026) dengan mengintegrasikan layanan pemeriksaan kesehatan dan edukasi interaktif.

Tidak hanya menunggu warga datang ke posyandu, tim mahasiswa BBK 7 yang digawangi oleh Mona, Farrel, dan Abid itu melakukan aksi jemput bola dengan metode door to door ke rumah-rumah warga di wilayah dusun tersebut.

Program ini dirancang untuk mengubah persepsi bahwa stunting hanya masalah ekonomi semata. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan pemeriksaan antropometri (pengukuran berat dan tinggi badan) untuk memastikan data tumbuh kembang anak tercatat valid.

Selain pengukuran, edukasi diberikan dengan pendekatan personal. Mahasiswa menjelaskan bahwa pola asuh yang kurang tepat dan minimnya pemantauan rutin seringkali menjadi faktor risiko utama. Metode door to door dipilih untuk menjangkau keluarga yang berhalangan hadir di Posyandu Naga, sekaligus menciptakan ruang diskusi privat agar orang tua lebih terbuka dan tidak menganggap masalah status gizi anak sebagai sebuah aib.

Kesuksesan program ini tidak lepas dari penerapan semangat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Sinergi antara mahasiswa dan perangkat desa berjalan harmonis. Langkah proaktif mahasiswa BBK 7 yang menyisir Dusun Sumberurip ini mendapat apresiasi positif dari Ibu Endah, selaku Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Barurejo.

淧rogram kesehatan ini sangat membantu kami, terutama pelaksanaannya di Posyandu Naga dan dilanjutkan door to door ke rumah warga di Dusun Sumberurip. Kehadiran teman-teman mahasiswa BBK membantu kami memetakan kondisi kesehatan warga secara real. Pendekatan langsung ke rumah ini membuat edukasi lebih diterima oleh ibu-ibu, ungkap Ibu Endah.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa menargetkan terciptanya database status gizi desa yang lebih akurat. Sebagai bentuk keberlanjutan, tim BBK 7 juga menyerahkan leaflet panduan gizi sederhana kepada para kader di Posyandu Naga.

Materi edukasi tersebut harapannya dapat menjadi acuan bagi kader dan pihak Desa Barurejo untuk merancang intervensi kesehatan yang tepat sasaran setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.

Penulis: Ahmad Abid Zhahiruddin

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT