UNAIR NEWS – Inisiatif pengelolaan sampah plastik yang terintegrasi dengan literasi keuangan diperkenalkan melalui Program Recycle Botol Plastik Jadi Tabungan (Greenvest) di SD Negeri Truni. Program kerja KKN-BBK 51动漫 ini menjadi langkah konkret dalam mendukung SDGs Tujuan 4 (Quality Education) dengan menghadirkan pembelajaran kontekstual yang menanamkan kepedulian lingkungan serta kebiasaan menabung sejak usia dini kepada siswa sekolah dasar.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 14 Januari 2026 tersebut menyasar siswa kelas 1 hingga 3 SD Negeri Truni. Melalui pendekatan pembelajaran interaktif, siswa dikenalkan pada konsep dasar pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), hingga pemahaman dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan dan kesehatan. Edukasi ini selaras dengan SDGs Tujuan 3 (Good Health and Well-being), karena lingkungan yang bersih berperan penting dalam menjaga kesehatan anak dan masyarakat sekitar.
PIC Bidang Lingkungan, Hanifiyah Syifa Nadifa, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar siswa dapat belajar secara langsung dan menyenangkan. 淜ami ingin siswa memahami bahwa sampah plastik tidak selalu berakhir sebagai limbah, tetapi bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai, ujarnya. Hal senada disampaikan oleh Ikrimatus Sa檌dah yang menekankan bahwa edukasi lingkungan sejak dini menjadi fondasi dalam membentuk perilaku bertanggung jawab terhadap lingkungan dan kehidupan sosial di masa depan.
Program ini juga dipadukan dengan kegiatan Celengan Cerdas yang diinisiasi oleh Bidang Ekonomi. Melalui kegiatan tersebut, siswa diberikan pemahaman sederhana mengenai pentingnya menabung, cara menabung yang baik, serta manfaat kebiasaan mengelola uang sejak usia dini. PIC Bidang Ekonomi, Galang Dinu Putra Bahari, menyampaikan bahwa literasi keuangan dasar merupakan bekal awal dalam membangun perilaku ekonomi yang sehat. 淒engan menggunakan tabungan dari botol bekas, siswa dapat langsung mempraktikkan kebiasaan menabung dalam kehidupan sehari-hari, jelasnya. Upaya ini mendukung SDGs Tujuan 1 (No Poverty) dan SDGs Tujuan 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penanaman literasi keuangan dan sikap produktif sejak dini.

Siswa SD Negeri Truni tampak antusias melukis botol plastik bekas yang dimanfaatkan sebagai tabungan Greenfest.
Sementara itu, Raihan Arif Mustofa menambahkan bahwa integrasi edukasi lingkungan dan ekonomi memberikan dampak jangka panjang bagi siswa. 淎nak-anak tidak hanya belajar menjaga lingkungan, tetapi juga memahami nilai disiplin, tanggung jawab, serta perencanaan sederhana untuk masa depan, tuturnya. Kolaborasi antara mahasiswa KKN-BBK 51动漫, pihak sekolah, dan siswa dalam kegiatan ini mencerminkan implementasi SDGs Tujuan 17 (Partnerships for the Goals) dalam menciptakan pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan bagi generasi muda di Desa Truni.
Penulis:





