UNAIR NEWS – Program MBG atau Makan Bergizi Gratis tentu sudah sangat familiar di telinga kita. Berbagai kalangan masyarakat, mulai dari ibu hamil, balita, hingga anak usia sekolah telah merasakan manfaatnya, tak terkecuali di SDN 2 Mekanderejo yang berlokasi di Kedungpring, Lamongan. Sayangnya, program ini mengalami beberapa kendala, termasuk terkait kebiasaan siswa yang enggan mencuci tangan. Hal ini juga diperparah dengan terbatasnya fasilitas cuci tangan dan kurangnya pengetahuan siswa terkait cara mencuci tangan yang benar. Menyikapi kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) 7 UNAIR melaksanakan program 淐uci Tangan Itu Mudah! di SDN 2 Mekanderejo.
Kegiatan Cuci Tangan Itu Mudah! dilaksanakan bertahap selama 3 kali pertemuan di SDN 2 Mekanderejo. Edukasi pertama dilaksanakan pada 12 Januari 2026 untuk kelas 3 dan 4, edukasi kedua pada 14 Januari 2026 untuk kelas 1; 2; dan 5, sementara edukasi ketiga pada 20 Januari 2026 untuk kelas 6. Sebelum kegiatan dilaksanakan, tim KKN BBK 7 akan menyebarkan lembar pretest untuk menguji pemahaman awal siswa-siswi terkait cara mencuci tangan. Kegiatan berikutnya merupakan sesi pemaparan materi serta bernyanyi lagu cuci tangan bersama. Sesudah pemaparan materi, para siswa akan diarahkan menuju fasilitas cuci tangan untuk praktek cuci tangan, dilanjutkan sesi menyantap MBG bersama-sama, barulah dilanjutkan pembagian lembar posttest.
Berdasarkan analisis hasil pretest dan posttest, diketahui terdapat peningkatan yang cukup signifikan pada rerata hasil yang menandakan tercapainya pemahaman di siswa SDN 2 Mekanderejo yang secara kontinyu diharapkan dapat menjadi kebiasaan hingga jenjang yang lebih tinggi. Hasil observasi siswa saat praktek mencuci tangan juga menunjukkan hasil menggembirakan dimana 90% siswa sudah memahami cara mencuci tangan yang benar.
Dengan terlaksananya program ini, diharapkan dapat menjadi batu pijakan menuju kebiasaan mencuci tangan yang dapat terlaksana secara berkelanjutan. Adapun pelaksanaan program ini juga sejalan dengan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Kehidupan Sehat dan Sejahtera (SDG 3). Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, program ini mendorong terbentuknya kesadaran masyarakat secara dini.





