51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Edukasi Gizi Lewat Video Singkat: Cara Baru Tingkatkan Pola Makan Balita

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Di era digital saat ini, informasi dapat diakses dengan cepat dan praktis, termasuk informasi kesehatan dan gizi. Namun, pertanyaannya: apakah media digital benar-benar efektif untuk mengubah perilaku masyarakat, khususnya dalam pemberian makan anak? Sebuah penelitian Ferestha dkk (2026) dari Fakultas Kesehatan Masyarakat 51¶¯Âþ memberikan jawaban yang menjanjikan. Studi ini menunjukkan bahwa edukasi gizi melalui video singkat terbukti lebih efektif dibandingkan metode konvensional seperti PowerPoint dalam meningkatkan sikap dan perilaku ibu dalam pemberian makan balita.

Balita usia 3“5 tahun merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap masalah gizi. Pada fase ini, kebutuhan gizi meningkat pesat seiring pertumbuhan dan perkembangan. Namun, praktik pemberian makan yang kurang tepat dapat meningkatkan risiko malnutrisi hingga stunting. Meskipun prevalensi stunting di Indonesia menunjukkan penurunan, dari 21,5% (2023) menjadi 19,8% (2024), tantangan dalam praktik pemberian makan anak masih menjadi perhatian utama.

Penelitian ini melibatkan 62 ibu balita yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok intervensi (mendapat edukasi melalui video singkat), dan kelompok kontrol (menggunakan media PowerPoint). Hasilnya cukup mencolok. Setelah intervensi: skor sikap ibu meningkat signifikan dari 59,71 menjadi 65,84. Skor perilaku pemberian makan meningkat dari 70,78 menjadi 78,39. Sebaliknya, kelompok yang hanya mendapatkan edukasi melalui PowerPoint tidak menunjukkan perubahan signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa media audiovisual yang dinamis dan mudah diakses mampu memberikan dampak yang lebih kuat dibandingkan metode edukasi konvensional.

Video memiliki sejumlah keunggulan sebagai media edukasi, antara lain menyajikan informasi secara visual dan menarik, dapat diputar ulang sesuai kebutuhan, mudah dipahami oleh berbagai kalangan, dan lebih dekat dengan kebiasaan masyarakat digital. Dengan kombinasi gambar, suara, dan alur cerita, video mampu meningkatkan pemahaman sekaligus memengaruhi sikap dan perilaku secara lebih efektif.

Temuan ini membuka peluang besar dalam pengembangan strategi promosi gizi di masyarakat. Edukasi berbasis video singkat dapat diintegrasikan dalam kegiatan posyandu, digunakan oleh tenaga kesehatan dan kader, serta dapat diakses secara mandiri oleh ibu melalui media digital. Jika diterapkan secara berkelanjutan, pendekatan ini berpotensi memperbaiki praktik pemberian makan anak dan mendukung penurunan angka stunting di Indonesia.

Perubahan perilaku tidak cukup hanya dengan pengetahuan, dibutuhkan metode edukasi yang tepat dan relevan dengan perkembangan zaman. Video singkat menjadi salah satu solusi inovatif yang menjembatani ilmu gizi dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Kini, tantangannya bukan lagi sekadar menyediakan informasi, tetapi bagaimana menyampaikannya dengan cara yang menarik, mudah dipahami, dan mampu menggerakkan perubahan.

Penulis: Lailatul Muniroh

Detail penelitian bisa diakses di:

AKSES CEPAT