UNAIR NEWS Daging dan telur ayam salah satu makanan yang mengandung protein tinggi setelah daging sapi. Daging dan telur ayam juga dapat dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat karena harganya yang tidak terlalu tinggi. Namun, konsumsi daging dan telur ayam masyarakat masih sangat kurang. Selain faktor harga, banyaknya isu tidak benar yang beredar di masyarakat juga membuat masyarakat enggan untuk mengonsumsi daging dan telur ayam.
Guna memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai hidup sehat dengan mengonsumsi daging dan telur ayam, Kelompok Minat Profesi Veteriner Unggas dan Burung Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNAIR adakan Festival Hari Ayam dan Telur. Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian yang diadakan di Balai Kota Surabaya pada Minggu, (23/9).
Acara ini juga untuk mengedukasi masyarakat tentang kebenaran isu-isu yang beredar di masyarakat misalnya ayam yang cepat besar karena disuntik hormon, isu tersebut tidak benar. Ayam pertumbuhannya cepat karena adanya seleksi genetik dan pemilihan pakan yang dapat mengoptimalkan pertumbuhannya, jelas Alfa Zuma Era selaku koordinator acara.
Mahasiswa asal Sidoarjo tersebut menuturkan, target untuk acara tersebut ialah masyarakat umum dari anak-anak hingga dewasa. Tak heran, acara tersebut dihadiri sekitar 1000 orang, dari kalangan akademisi maupun masyarakat umum.
Rangkaian kegiatannya meliputi bagi-bagi telur di seluruh fakultas di UNAIR, masyarakat di sekitar kampus, dan acara puncak berada di Balai Kota Surabaya.
Alfa menambahkan, selain bagi-bagi telur, acara tersebut juga dimeriahkan dengan tari zumba dan lomba mewarnai. Selain itu, panitia juga mempersembahkan tari saman, talkshow, serta demo memasak oleh penyanyi dari Rising Star.
Alhamdulillah, masyarakat sangat berantusias mengikuti acara ini, tambahnya.
Perihal telur yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat, kelompok Minat Profesi Veteriner Unggas dan Burung mendapat dukungan dari beberapa pihak. Penyediaan telur dalam kegiatan tersebut disponsori oleh PT Pokphand, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, dan Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT).
Kami berharap setelah acara ini banyak masyarakat yang memulai hidup sehat dengan mengonsumsi daging dan telur ayam dan mengetahui dampak positif dan negatif dari mengonsumsi produk olahannya, serta tidak merasa khawatir dengan isu-isu hoaks yang beredar di tengah masyarakat, pungkasnya. (*)
Penulis: M. Najib Rahman
Editor: Binti Q. Masruroh





