Tanggungan, Kabupaten Lamongan Minimnya pemahaman siswa mengenai jenis sampah dan cara pengelolaannya menyebabkan kebiasaan membuang sampah sembarangan masih sering ditemui di lingkungan sekolah. Menjawab permasalahan tersebut, mahasiswa BBK 7 (Belajar Bersama Komunitas) 51动漫 melaksanakan Program KELAS (Kegiatan Literasi dan Edukasi Sampah) di lima sekolah di Desa Tanggungan pada 13-17 Januari 2025.
Program ini melibatkan 308 siswa dari SDN Tanggungan, MTS SA Kebondalem, MI Ma’arif, MI Muhammadiyah dan SMP Ma檃rif. Kegiatan dirancang untuk meningkatkan literasi lingkungan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.
“Dari pre-test awal, kami menemukan sebagian besar siswa belum bisa membedakan sampah organik dan anorganik. Bahkan banyak yang belum tahu bahwa sampah plastik tidak bisa terurai seperti daun,” ungkap Syifa Nurandini Safitri, koordinator Program KELAS
Materi edukasi mencakup pengenalan jenis-jenis sampah, dampak sampah terhadap lingkungan, serta pentingnya pemilahan sampah sejak dini. Selain penyampaian materi, siswa juga mengikuti sesi praktik pemilahan sampah, di mana mereka diminta mengelompokkan sampah organik dan anorganik secara langsung, Kegiatan ini dikemas melalui kuis interaktif dengan sistem hadiah guna meningkatkan partisipasi aktif siswa.
Puncak program dilaksanakan pada 17 Januari 2025 berupa praktik pembuatan kompos menggunakan cairan EM4 dan molase. Sebanyak 11 siswa terlibat langsung mencampurkan sampah organik dengan larutan aktivator, memberikan pengalaman nyata tentang pengolahan sampah menjadi produk bernilai guna.
Alif Taufiqurrahman, koordinator kelompok BBK 7 Desa Tanggungan, mengapresiasi antusiasme siswa selama kegiatan. 淢ereka sangat bersemangat saat praktik membuat kompos. Bahkan beberapa siswa telah berinisiatif untuk membuat kompos di rumah bersama orang tua mereka. Melalui program ini, diharapkan kebiasaan baik dalam mengelola sampah dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan, dari 40 persen siswa yang memahami pemilahan sampah meningkat menjadi 95 persen. Dampak lanjutan terlihat dari inisiatif beberapa siswa yang mulai memisahkan sampah di rumah dan mengajak keluarga mengelola sampah organik.
Program KELAS sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 Quality Education melalui peningkatan literasi lingkungan sejak dini, serta poin 12 Responsible Consumption and Production dalam mendorong kesadaran pengelolaan sampah yang berkelanjutan.





