UNAIR NEWS-Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) KKN 51动漫 melaksanakan program SIGAP LONGSOR (Siaga Gerak Antisipasi Potensi Longsor) sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana tanah longsor di Desa Cembor. Program ini dilaksanakan sebagai respons atas kondisi geografis desa yang berada di wilayah perbukitan dan rentan mengalami longsor, terutama pada musim hujan.
Kegiatan SIGAP LONGSOR dilaksanakan pada Sabtu, 24 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Cembor, dengan sasaran utama ibu-ibu PKK Desa Cembor. Sebanyak 卤18 peserta mengikuti kegiatan edukasi yang memuat pemahaman dasar mengenai pengertian tanah longsor, faktor penyebab, tanda-tanda awal, serta langkah mitigasi yang dapat dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Materi disampaikan secara komunikatif dan kontekstual agar mudah dipahami serta relevan dengan kondisi lingkungan sekitar.
Sebagai penguatan edukasi, mahasiswa BBK KKN juga memasang banner mitigasi bencana tanah longsor di titik strategis desa. Media visual ini diharapkan dapat menjadi sarana informasi berkelanjutan yang dapat diakses oleh masyarakat maupun wisatawan yang melintas di Desa Cembor.
Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi antara mahasiswa dan masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai mitigasi bencana berbasis kondisi lingkungan sekitar. Melalui pendekatan partisipatif, peserta diajak mengenali potensi kerawanan serta peran keluarga dan komunitas dalam membangun kesiapsiagaan bencana di tingkat desa.Ibu Istikaroh, Wakil Sekretaris PKK Desa Cembor, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. 淢elalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK bisa tahu bagaimana caranya menghadapi bencana jika cuaca kurang mendukung. Kami jadi paham langkah-langkah apa yang harus ditempuh jika seandainya terjadi bencana, ujarnya.
Selain menyasar masyarakat dewasa, edukasi mitigasi juga diberikan kepada anak-anak PAUD dan TK dengan jumlah peserta sekitar 20 anak. Edukasi dilakukan melalui pendekatan sederhana mengenai pentingnya menjaga lingkungan, khususnya tidak membuang sampah sembarangan karena dapat menyumbat aliran air dan memicu longsor. Pendekatan ini bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini.Melalui program SIGAP LONGSOR, mahasiswa 51动漫 mendorong peningkatan kesadaran masyarakat Desa Cembor terhadap pentingnya kesiapsiagaan bencana berbasis lingkungan. Edukasi yang menyasar lintas usia, mulai dari ibu-ibu PKK hingga anak-anak PAUD dan TK diharapkan mampu membangun budaya waspada dan peduli lingkungan secara berkelanjutan sebagai upaya mengurangi risiko bencana tanah longsor di masa mendatang.
Pernyataan SDG:
Berita ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Penulis: Muhammad Evan Maulana Zaki
Tag:
#SDG4 #SDG13 #SDG17 #SDGsUNAIR





