Inflamasi pascabedah strabismus yang berlebih dapat menyebabkan pembentukan jaringan fibrotik dan menimbulkan strabismus kembali. Imunitas tipe 2 memiliki peran dalam inflamasi pascabedah strabismus. Kortikosteroid adalah antiinflamasi yang kuat dan efektif. Salah satu kortikosteroid paling ampuh adalah dexamethasone. Namun, dexamethasonemempunyai efek samping, seperti peningkatan tekanan intraokuli dan peningkatan kadar gula darah.
Di sisi lain, asiatic acid, yang merupakan turunan triterpenoid pentasiklik dari Centella asiatica, memiliki kemampuan anti-inflamasi. Berbagai penelitian menggunakan asiatic acidpada beberapa organ di mana hasilnya menunjukkan penurunan sitokin inflamasi. Selain itu, asiatic acidtelah diteliti berpotensi menjadi terapi glaukoma karena mempunyai sifat neuroprotektif pada sel ganglion retina.
Reses rektus superior berlaku pada 20 ekor kelinci yang terbagi menjadi lima kelompok berdasarkan bahan injeksi subkonjungtiva aquadest, dexamethasone, dan aciatid aciddengan konsentrasi sebesar 0,4 mg/0,5 mL, 0,8 mg/0,5 mL, dan 1,6 mg/0,5 mL. Tiga hari pascabedah dilakukan eksenterasi dan dievaluasi imunitas tipe 2 menggunakan parameter ekspresi IL-4 dan jumlah sel eosinofil. Ekspresi IL-4 pada kelompok aciatid acid0,4 mg/0,5 mL menurun secara signifikan daripada kelompok aquadest(P = 0,029) dan dexamethasone(P = 0,029). Kelompok dosis yang lebih tinggi tidak menunjukkan penurunan yang signifikan. Dexamethasonejuga tidak menunjukkan penurunan yang signifikan daripada aquadest. Tidak ada penurunan jumlah sel eosinofil yang signifikan di antara semua kelompok.
Penelitiankami menunjukkan bahwa asiatic aciddosis 0,4 mg/0,5 mL mengurangi ekspresi IL-4secara non-dose-dependant. Dexamethasonetidak menunjukkan efek dalam mengurangi ekspresi IL-4.Asiatic acid0,4 mg/0,5 mL dapat mengurangi fibrosis pascabedah strabismus. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan masa studi lebih panjang untuk mengevaluasi proses penyembuhan luka secara menyeluruh pascabedahstrabismus. Selain itu, dapat mengkaji asiatic acidpada rentang dosis yang lebih sempit sertamemeriksa sitokin lain yang terkait dengan penyembuhan luka.
Penulis:Harris Kristanto Gunawan, Evelyn Komaratih, Rozalina Loebis, Djoko Agus Purwanto, Luki Indriaswati, Wimbo Sasono
Informasi detail artikel:





