Hiperglikemia merupakan kondisi dimana kadar gula tubuh melebihi nilai rerata normal. Hiperglikemia ditemukan pada padien dengan diabetes mellitus tipe 1 maupun tipe 2. Beberapa penelitian telah melaporkan efek antihiperglikemia methotrexate pada diabetes mellitus 1. Biasanya obat tersebut digunakan sebagai rejimen kemoterapi pada beberap jenis kanker seperti kanker darah, kanker payudara maupun kanker tulang. Namun, melalui mekanisme hambatan penggunaan adam folat dalam proses pembentukan DNA dan RNA, sehingga memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker. Selain itu methotrexate memiliki efek antiinflamasi atau anti radang. Efek ini disebabkan karena inhibisi pengikatan sitokin proinflamasi interleukin beta 1 dengan reseptor permukaan sel.
Di lain pihak efek ekstrak daun kelor dan daun sambiloto yang dikenal dengan nama latinnya masing-masing yaitu Moringa oleifera dan Andrographis paniculata terhadap kadar gula darah telah banyak dilaporkan. Ekstrak daun kelor dilaporkan dapat meningkatkan sekresi insulin yang diinduksi glukosa. Senyawa fitokimia aktif yang mungkin bekerja dalam hal ini adalah bioflavonoid. Begitu pula dengan ekstrak daun sambiloto yang juga telah dilaporkan memiliki efek antihiperglikemia.
Lebih lanjut, kedua ekstrak fitokimia tersebut dilaporkan memiliki efek antioksidan. Pada studi menggunakan hewan coba yang dipaparkan dengan beragam stresor oksidatif, termasuk hiperglikemia, pemberian ekstrak daun kelor dan daun sambiloto secara terpisah dapat menurunkan kadar gula darah pada dosis tertentu.
Pada penelitian oleh tim dosen dan mahasiswa di Departemen Anatomi, Histologi dan Farmakologi, Fakultas Kedokteran, 51动漫, Surabaya, Indonesia, diamati mengenak efek tunggal dan kombinasi dari methotrexate dan kedua ekstrak daun tersebut pada dosis tertentu pada jaringan testis hewan coba yang mengalami hiperglikemia. Dari percobaan ini, ditemukan bahwa methotrexate, efek daun MO maupun AP secara terpisah maupun kombinasi, dapat menurunkan kadar sitokin proinflamasi pada jaringan testis. Hal ini memberikan petunjuk bahwa ketiga agen tersebut, pada dosis tertentu, dapat menurunkan efek negatif dari keradangan jaringan yang dapat menyebabkan gangguan spermatogenesis. Lebih lanjut, baik methotrexate maupun kedua ekstrak daun tersebut bila diberikan secara terpisah, dapat menurunkan kadar glukosa darah. Kedua hasil tersebut akan diteliti lebih lanjut untuk menentukan dosis yang optimal agar dapat memberikan efek yang lebih optimal pada kondisi stres oksidatif yang berhubungan dengan tingginya kadar glukosa di dalam darah.
Penelitian lanjutan tersebut diharapkan akan dapar memberikan data yang lebih akurat mengenai efek terapi potensial ketiga agen kimia tersebut, baik secara terpisah maupun kombinasi diantaranya, bagi pengobatan hiperglikemia termasuk pada pasien-pasien diabetes mellitus tipe 1 maupun tipe 2.
Penulis: Prof. Viskasari P. Kalanjati, dr., M.Kes., PA(K)., Ph.D.
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
20251Citation: Nasution MHF, Kalanjati VP, Abdurachman A, Aditya DMN, Pamungkas DBB, Syamhadi MR. The Effects of Methotrexate, Moringa oleiferaLeaf Extract, and Andrographis paniculata Leaf Extract on the Testes of Hyperglycemic Wistar Rats. Trop J Nat Prod Res. 2023; 7(6):3140-3146http://www.doi.org/10.26538/tjnpr/v7i6.12





