Diabetes Mellitus tipe 2 merupakan penyakit kronik yang dipengaruhi berbagai aspek seperti gaya hidup, termasuk pola makan dan aktivitas fisik lainnnya. Penyakit ii dapat di kontrol dengan mengkonsumsi obat, Diabetes Mellitus butuh kewaspadaan dan perhatian terus menerus dalam hal penentuan waktu dan kalori dalam makanan, serta aktivitas fisik, pemantauan gula darah, jadwal penyutikan insulin, sampai perawatan diri. Pasien Diabetes Melllitus tipe 2 yang mengalami kekambuhan akibat ketidakpatuhan diet dengan kurangnya family support. Pendekatan human caring membutuhkan family support memberikan dan menerima asuhan atau bantuan untuk meningkatkan, melindungi, mengontrol kepatuhan diet pasien Diabetes Mellitus tipe 2 mencapai kesehatan yang diharapkan (Alligod, 2016).
Penderita Diabetes Mellitus menurut Organisasi kesehatan dunia (WHO), Indonesia menduduki urutan ke – 4 didunia dalam hal jumlah pasien Diabetes Mellitus, dengan populasi 230 juta penduduk merupakan negara ke-4 terbesar pasien setelah Amerika Serikat, India dan China. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Indonesia tahun 2013 diperkirakan ada 133 juta penduduk yang berusia 20 tahun mengalami kenaikan dari 8,4 juta diprediksi pada tahun 2030 menjadi 21,3 (Perkeni, 2017). Di Indonesia berdasarkan wawancara yang terdiagnosis dokter sebesar 1,5 persen dan 0,4 persen. Diabetes Mellitus terdiagnosis dokter atau gejala sebesar 2,1 persen. Prevalensi Diabetes Mellitus yang terdiagnosis dokter tertinggi terdapat di Yogyakarta (2,6%), DKI Jakarta (2,5%), Sulawesi Utara (2,4%) dan Kalimantan Timur (2,3%). Prevalensi Diabetes yang terdiagnosis dokter atau gejala, tertinggi terdapat di Sulawesi Tengah (3,7%), Sulawesi Utara (3,6%), Sulawesi Selatan (3,4%) dan Nusa Tenggara Timur (3,3%). (RISKESDAS, 2018). Beberapa cara penanganan Diabetes Mellitus dalam pencegahan komplikasi yaitu dengan diet, aktivitas fisik dan pengobatan baik injeksi maupun oral (Pengelolaan Diabetes Mellitus tipe 2 dapat dikendalikan salah satunya adalah dengan diet seimbang. Pemberian diet secara seimbang diusahakan untuk dapat memenuhi kebutuhan pasien Diabetes Mellitus tipe 2, sehingga pelaksanaan diet Diabetes Mellitus hendaknya diikuti pedoman 3 J (jumlah, jadwal dan jenis) (Perkeni, 2017).
Pengaruh kepatuhan pasien termasuk kepatuhan dalam melaksanakan program diet pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 yaitu pemahaman tentang instruksi, kualitas interaksi, dukungan keluarga, serta keyakinan, sikap dan kepribadian pasien. Dari keempat faktor tersebut, family support merupakan salah satu faktor yang tidak dapat diabaikan begitu saja, karena family support merupakan salah satu faktor yang, mempunyai kontribusi yang cukup berarti dan sebagai faktor penguat yang mempengaruhi kepatuhan diet pasien Diabetes Mellitus tipe 2 (Niven, 2017).
Berdasarkan fenomena ini pasien penderita Diabetes Mellitus tipe 2 sangat banyak, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantara gaya hidup, diet, keturunan dan usia. Family support merupakan salah satu faktor yang tidak dapat diabaikan begitu saja, Dengan family support pasien Diabetes Mellitus melalui human caring diberikan dan menerima asuhan atau bantuan untuk meningkatkan, melindungi, mengontrol kepatuhan diet yang mempengaruhi pasien sehingga mempengaruhi proses perawatan pasien Diabetes Mellitus tipe 2 untuk mencapai kondisi kesehatan yang baik.
Dari hasil uji Statistik Spearman檚 rho 0,032 dengan angka signifikan atau nilai probabilitas (0,000) lebih rendah standart signifikan 0,05 atau (r < a), dengan membanding rshitung dengan rstabel, maka didapat hasil rshitung (0,732) > rstabel (0,317) dikarenakan rshitung > rstabel Berarti H1 diterima dan ditolak H0 yang berarti Ada Hubungan Family Support terhadap Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Mellitus tipe 2.
Hasil Diatas sesuai dengan pernyataan Feuer Stein et al (1998) dalam Niven (2012) bahwa ada beberapa faktor yanhg mempengaruhi kepatuhan pasien termasuk kepatuhan dalam melaksanakan program diet pada pasien Diebetes Mellitus tipe 2 yaitu : pemahaman tentang intruksi, kualitas instruksi, sikap dan kepribadian pasien dan family support.
Efek family support terhadap kesehatan dan kesejahteraaan berfungsi bersama. Secara lebih spesifik, keadaan family support yang adekuat terbukti berhubungan dengan menurunnya mortalitas, lebih mudah sembuh dari sakit, fungsi kognitif, fisik dan kesehatan emosional. Selain itu pengaruh positif family support adalah penyesuaian terhadap kejadian dalam kehidupan yang penuh dengan masalah (Friedman, 2006).
Hasil penelitian ini semakin menguatkan pendapat bahwa family support merupakan salah satu faktor yang memiliki hubungan yang sangat erat dengan kepatuhan pasien dalam melaksanakan program diet. Dengan demikian family support tidak dapat diabaikan, karena family support merupakan salah satu faktor penguat yang memiliki kontribusi yang penting dan sebagai faktor penguat yang mempengaruhi kepatuhan diet pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Mengingat Diebetes Mellitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang dapat hilang timbul atau dapat kambuh kapan saja jika pasien tidak mematuhi program yang telah ditetapkan oleh petugas kesehatan. Serta pengobatannya pun tidak cukup beberapa bulan saja tetapi butuh waktu yang sangat lama dan panjang, penderita dalam hal ini tidak bisa melakukannya sendiri tetapi membutuhkan anggota keluarga untuk terpenuhnya kebutuhan dasar dalam human caring, agar kesehatan pasien sesuai yang diharapkan.
Penulis Dr. Hariyono, M. Kep
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami dihttps://resmilitaris.net/menu-script/index.php/resmilitaris/article/view/106/49





