51动漫

51动漫 Official Website

Efek Imunoterapi Tungau Debu Rumah pada Dermatitis Atopik: Sebuah Evaluasi Klinis pada Model Mencit

Tungau debu rumah merupakan alergen udara paling umum yang dihubungkan dengan penyakit atopik/alergi. Reaktivitas terhadap tungau debu rumah mempengaruhi kulit, mata, saluran udara atas dan bawah, dan terkadang sirkulasi sistemik. Suhu yang hangat dan tingkat kelembapan yang tinggi mempercepat pertumbuhan tungau debu rumah. Akibatnya, populasi tungau debu rumah akan lebih banyak ditemukan di daerah tropis dengan suhu hangat sepanjang tahun dan lebih banyak lagi di rumah-rumah dengan ventilasi ruangan yang tidak memadai dan tingkat kelembaban yang tinggi  yaitu 70-80%. Dermatophagoides pteronyssinus dan Dermatophagoides farinae adalah dua spesies tungau debu rumah yang banyak ditemukan di Indonesia dan dikaitkan dengan penyakit alergi termasuk dermatitis atopik.

Imunoterapi spesifik alergen merupakan terapi yang dapat dipertimbangkan dalam penanganan dermatitis atopik dari penyebab/pencetusnya. Pada dasarnya, pada pasien yang menjalani imunoterapi spesifik alergen, diberikan alergen dalam dosis yang meningkat untuk mengontrol reaksi sehingga membangun toleransi imunologi dan mencapai desensitisasi. Tujuan utama dari imunoterapi spesifik alergen adalah mengajarkan sistem kekebalan tubuh untuk merespons alergen dengan lebih sedikit reaksi alergi.

Imunoterapi dapat menyebabkan perbaikan klinis pada rhinitis alergi dan asma, termasuk penurunan gejala, pengurangan pemakaian obat, dan peningkatan kualitas hidup, dengan hasil jangka panjang bahkan setelah terapi dihentikan. Menurut sebuah penelitian, imunoterapi tungau debu rumah efektif dalam meredakan gejala alergi pada sistem pernapasan dan meningkatkan jumlah hari/minggu bebas dari gejala alergi pada anak-anak dengan gejala alergi pada sistem pernapasan dan dermatitis atopik, urtikaria, atau gangguan gastrointestinal sebagai penyakit penyerta. Imunoterapi adalah suatu terapi pemodifikasi penyakit yang diharapkan dapat mengalahkan terapi sebelumnya seperti menghindari alergen dan tatalaksana gejala menggunakan pelembab, kortikosteroid, dan obat pemodifikasi penyakit.

Berbagai penelitian pada penderita dermatitis atopik yang meneliti peran potensial imunoterapi spesifik alergen telah dilakukan. Keefektifan imunoterapi spesifik alergen untuk penderita dermatitis atopik  masih menimbulkan perdebatan karena data klinis yang bertentangan dan variasi respon imun pada model hewan dermatitis atopik. Model mencit dermatitis atopik dapat dimanfaatkan untuk lebih memahami patofisiologi penyakit dan meneliti terapi baru, tetapi juga memiliki keterbatasan dalam merepresentasikan dermatitis atopik pada manusia secara akurat karena strain mencit yang berbeda menunjukkan respon imun yang berbeda pula. Walaupun begitu, data yang diperoleh dari penelitian tentang imunoterapi pada model mencit dermatitis atopik menawarkan perspektif baru tentang pendekatan pengobatan pada dermatitis atopik.

Dalam sebuah penelitian, skor klinis menggunakan scoring dermatitis atopic (SCORAD), yaitu skoring klinis untuk dermatitis atopik, dan perilaku menggaruk model mencit dermatitis atopik dievaluasi setelah serangkaian imunoterapi diberikan pada model mencit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek imunoterapi pada mencit dapat dilihat pada nilai SCORAD yang lebih rendah dan menurunnya rasa gatal pada lesi mirip dermatitis atopik yang terbentuk pada mencit dibandingkan mencit pada kelompok yang tidak mendapat imunoterapi. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi suatu teori yang mendukung bahwa imunoterapi tungau debu rumah secara signifikan mengurangi gejala klinis yaitu SCORAD dan perilaku menggaruk pada mencit dermatitis atopik.

Penulis: Prof. Dr.Cita Rosita Sigit Prakoeswa, dr., Sp.KK(K)

Informasi lengkap dari artikel ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Evaluation of scoring atopic dermatitis (SCORAD) and scratching behavior in BALB/c mice treated with house dust mite immunotherapy

Sylvia Anggraeni, Dinar Chieko Triesayuningtyas, Anang Endaryanto, Cita Rosita Sigit Prakoeswa

AKSES CEPAT