Cedera tulang belakang menyebabkan beban fisik dan mental baik bagi pasien maupun keluarga, karena menyebabkan disfungsi motorik dan sensorik permanen dan secara signifikan menurunkan kualitas hidup pasien. Penurunan kualitas hidup pasien tentu mempengaruhi produktivitas, sehingga keseluruhan aspek hidup pasien dan keluarga mulai dari sosial, ekonomi dan psikologis akan terpengaruhi secara drastis.
Dari studi sebelumnya, diketahui bahwa 24 jam setelah trauma adalah periode emas dalam tatalaksana cedera tulang belakang untuk melakukan operasi dekompresi, namun belum ada pedoman ketat untuk kepentingan operasi yang dilakukan pada fase akut atau selanjutnya. Terdapat terapi yang masih kontroversial untuk cedera tulang belakang yang meliputi pemberian dosis metilprednisolon yang dapat memberikan lebih banyak efek samping daripada efek terapeutik. Di masa depan, pendekatan pengobatan untuk cedera tulang belakang akan melibatkan pemblokiran peradangan dan merangsang regenerasi neuron.
Inflamasi pada cedera tulang belakang dapat menginduksi kaskade apoptosis atau kematian sel. Peran inflamasi pada patofisiologi cedera tulang belakang menuntun peneliti untuk mengkaji mengenai uji ACTH(4“10) Pro8-Gly9-Pro10, merupakan neuromodulator yang dapat merangsang efek anti-apoptosis. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan percobaan pada tikus yang diinduksi cedera tulang belakang Sprague Dawley diberikan ACTH intranasal (4“10) Pro8-Gly9-Pro10. Setelah itu myelin tikus dikumpulkan untuk untuk mengidentifikasi IL-6 dan IL-8 melalui pewarnaan imunohistokimia. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan lebih banyak cara untuk mengobati peradangan dari cedera tulang belakang dengan kemungkinan untuk aplikasi klinis masa depan dalam meningkatkan tingkat pemulihan dan menurunkan angka morbiditas pada pasien cedera tulang belakang.
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa Pemberian ACTH 4-10 pada cedera tulang belakang ringan pada kelompok yang di observasi selama 3 jam tidak menunjukkan perbedaan ekspresi IL-6 yang signifikan jika dibandingkan dengan kelompok yang diobservasi selama 6 jam. Pemberian ACTH 4-10 pada cedera tulang belakang parah menunjukkan hasil yang signifikan, dimana tingkat ekspresi IL-6 yang lebih rendah pada kelompok yang diobservasi selama 3 jam dibandingkan dengan kelompok yang diobservasi selama 6 jam. Namun Pemberian ACTH 4-10 pada cedera tulang belakang parah menyebabkan IL-8 yang secara signifikan lebih rendah npada kelompok yang diamati selama 3 jam dibandingkan dengan kelompok pengamatan 6 jam. Namun, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam ekspresi IL-8 pada kelompok yang menerima ACTH 4-10 dengan pengamatan 3 jam dibandingkan dengan pengamatan 6 jam.
Dari hasil penelitiaan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pemberian ACTH4“10Pro8-Gly9-Pro10 dapat mengurangi ekspresi IL-6 dan IL-8 pada pengamatan 3 jam dan 6 jam setelah cedera tulang belakang ringan dan berat pada hewan model. Namun pengembangan penelitian berkelanjutan untuk memahami topik ini dan aplikasi klinisnya di masa mendetang perlu penelitian lebih lanjut.
Penulis : Eko Agus Subagio
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Azzam M, Fahmi A, Utomo B, Faris M, Parenrengi MA, Sudiana IK, Bajamal AH, Subagio EA. The Effect of ACTH(4-10) PRO8-GLY9-PRO10 Administration on the Expression of IL-6 and IL-8 in Sprague Dawley Mice with Spinal Cord Injury. J Neurosci Rural Pract. 2022 Jun 6;13(3):370-375. doi: 10.1055/s-0042-1744468. PMID: 35946003; PMCID: PMC9357503.





