51动漫

51动漫 Official Website

Efek Pemberian Otago Exercise Program Terhadap Penurunan Kadar Interleukin-6 Serum pada Perempuan Lanjut Usia

Foto by Suara.com

Kejadian jatuh dan konsekuensi dari jatuh pada lanjut usia (lansia) menjadi perhatian utama dari sistem kesehatan publik saat ini. Terjadi peningkatan angka kematian lansia akibat terjatuh di Amerika Serikat dari 8.613 di tahun 2000, menjadi 25.189 kematian di tahun 2016. Studi Pengpid & Peltzer (2018), dari 6.698 lansia di Indonesia, didapatkan angka kejadian jatuh yang menyebabkan cedera mencapai 12,8 persen dalam 2 tahun. Dari studi tersebut kelompok perempuan lanjut usia memiliki risiko jatuh sebesar 14 persen, dan kelompok laki-laki sebesar 11,5 persen, dimana 7,6 persen mengalami satu kali kejadian jatuh, dan 5,2 persen memiliki riwayat jatuh secara berulang.

Didapatkan hubungan antara kejadian jatuh pada lansia dengan penurunan massa dan kekuatan otot ekstremitas bawah. Penurunan fungsi sistem imun tubuh pada lansia yang ditandai dengan meningkatnya faktor inflamasi yaitu interleukin-6 (IL-6) merupakan salah satu penyebab terpenting. Interleukin-6 menyebabkan peningkatan proses katabolisme dari jaringan otot, sehingga terjadi penurunan massa dan kekuatan otot. Kondisi tersebut bahkan dapat terjadi pada lansia dengan status fungsional yang sebelumnya masih baik.

Latihan fisik serta gaya hidup sehat merupakan strategi penting untuk mengurangi risiko penyakit terkait usia. Latihan yang disarankan untuk lansia mencakup latihan aerobik, penguatan otot, fleksibilitas dan keseimbangan. Latihan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kemampuan lansia. Otago Exercise Program (OEP) merupakan latihan multi-komponen intensitas sedang yang terdiri dari latihan fleksibilitas, penguatan, keseimbangan, dan  program jalan. Otago Exercise Program telah terbukti menurunkan angka kejadian jatuh pada lansia dengan meningkatkan kekuatan otot dan keseimbangan, serta program latihan yang aman, efektif, praktis, dan berbiaya rendah.

Berdasarkan hal tersebut I Dewa Gde Agung Mahendra, Imam Subadi, Indrayuni Lukitra Wardhani, Rwahita Satyawati, I Putu Alit Pawana, Soernarnatalina Melaniani melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh Otago Exercise Program terhadap penurunan kadar interleukin-6 basal serum. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan rancangan pre and post test randomized control group design. Penelitian ini bertempat di Panti Wreda di Surabaya. Subjek penelitian terdiri dari 26 perempuan lansia sehat, yang terbagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (masing-masing terdiri dari 13 subjek. Kelompok perlakuan diberikan Otago Exercise Program dengan frekuensi 3 kali perminggu, selama 8 minggu, masing-masing sesi latihan berlangsung kurang lebih 30 menit. Otago Exercise Program terdiri 5 jenis latihan penguatan, 12 jenis latihan keseimbangan, dan program jalan. Jenis latihan sesuai dengan protokol dari Otago Exercise Program. Jumlah repetisi, berat beban pada pergelangan kaki, serta level dari latihan keseimbangan ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan kemampuan subjek saat latihan berlangsung. Pada penelitian ini menggunakan ankle cuff weights dengan beban 0,5 kg, 1 kg, dan 2 kg. Pada awal latihan penguatan, beban yang diberikan pada subjek adalah 0,5 kg. Beban ditingkatkan secara bertahap. Beban ankle cuff weights maksimal yang mampu ditoleransi oleh subjek adalah 2 kg. Program jalan diberikan 2 kali perminggu, masing-masing 30 menit, dapat dibagi menjadi beberapa sesi dalam sehari, serta dilakukan di hari yang berbeda dengan latihan penguatan dan keseimbangan. Latihan diawasi oleh 2 orang instruktur. Satu orang instruktur mencontohkan gerakan Otago Exercise Program, dan yang lain bertugas untuk memastikan keamanan jalannya latihan dan melakukan koreksi gerakan subjek yang salah. Kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan, namun masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari di Panti Wreda.

 Parameter yang dievaluasi pada penelitian ini adalah kadar interleukin-6 (IL-6) basal serum. Pengukuran dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu sebelum dan setelah 8 minggu pemberian Otago Exercise Program.Evaluasi awal dilakukan 48 jam sebelum dimulai sesi pertama Otago Exercise Program, dan evaluasi akhir dilakukan 48 jam setelah Otago Exercise Program sesi terakhir. Sebelum pengambilan sampel darah, semua subjek telah dipastikan tidak melakukan aktivitas fisik berat dalam 48 jam terakhir melalui wawancara cross check dengan pihak pengurus Panti Wreda. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan faktor IL-6 yang disekresi oleh otot (myokine), sehingga nilai IL-6 yang diperoleh adalah nilai IL-6 basal.

Simpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah Latihan Otago Exercise Program yang terdiri dari latihan penguatan, keseimbangan, fleksibilitas dan program jalan yang diberikan selama 8 minggu, dengan frekuensi 2 kali perminggu tidak mampu untuk menurunkan kadar interleukin-6 basal serum pada perempuan lanjut usia. Otago Exercise Program yang diberikan tidak memberikan stimulus yang cukup untuk menurunkan kadar IL-6 serum, dalam arti intensitas dan durasi yang diberikan kepada subjek penelitian ini tidaklah cukup. Berdasarkan dari hasil penelitian tersebut, maka diperlukan penelitian lebih lanjut dengan durasi waktu yang lebih panjang untuk dapat mengevaluasi dengan lebih optimal efek dari Latihan Otago pada lanjut usia.

Kata Kunci:Interleukin-6 (IL-6), lanjut usia, Otago Exercise Program, gaya hidup sehat, perempuan, kejadian jatuh

Penulis: I Dewa Gde Agung Mahendra, Imam Subadi, Indrayuni Lukitra Wardhani, Rwahita Satyawati, I Putu Alit Pawana, Soernarnatalina Melaniani.

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat di: Annals of Medicine and Surgery

Berikut judul dan link artikel:

Judul: Effects of Otago Exercise Program on Serum Interleukin-6 (IL-6) Levels in Older Women

Annals of Medicine and Surgery 78 (2022) 103733

AKSES CEPAT