51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Efektivitas Antimikroba In Vitro Dari Nanopartikel Perak Yang Disintesis Dengan Laser Terhadap Escherichia Coli Resisten Antibiotik Yang Diisolasi Dari Air Limbah Sapi Perah

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Antimikroba merupakan landasan kesehatan masyarakat modern; namun, meningkatnya prevalensi resistensi antimikroba (AMR), khususnya di sektor peternakan, menimbulkan ancaman serius terhadap efektivitas terapi penyakit menular baik pada hewan maupun manusia. Limbah peternakan sapi perah yang dikelola dengan buruk merupakan sumber utama penyebaran bakteri resisten antibiotik (ARB). Limbah tersebut seringkali mengandung konsentrasi tinggi Escherichia coli yang membawa gen resistensi antibiotik yang terkait dengan penggunaan antimikroba dalam sistem produksi hewan. E. coli yang diisolasi dari limbah sapi perah telah terbukti menunjukkan resistensi terhadap berbagai kelas antibiotik, termasuk tetrasiklin, beta-laktam, makrolida, dan aminoglikosida. Keberadaan ARB dalam limbah pertanian tidak hanya menunjukkan tantangan manajemen di peternakan tetapi juga merupakan risiko lingkungan dan kesehatan masyarakat yang signifikan.

Sistem pengolahan air limbah konvensional seringkali tidak memadai untuk inaktivasi ARB secara efektif, yang menyoroti kebutuhan mendesak akan strategi pengendalian alternatif. Nanopartikel perak (AgNPs) telah menunjukkan aktivitas antibakteri spektrum luas terhadap berbagai macam bakteri patogen, termasuk strain resisten antibiotik, baik dalam kondisi in vitro maupun in vivo. Aktivitas antimikroba AgNPs dimediasi oleh berbagai mekanisme nonspesifik, termasuk gangguan membran sel bakteri, induksi stres oksidatif, dan gangguan terhadap proses biokimia intraseluler yang penting, sehingga membatasi kemampuan bakteri untuk mengembangkan resistensi. Efek penghambat dan bakterisida AgNPs terhadap E. coli telah dilaporkan secara konsisten.

Dalam penelitian ini, AgNPs disintesis menggunakan ablasi laser pulsa (PLA) dalam cairan, suatu teknik yang menawarkan keunggulan berbeda dibandingkan pendekatan sintesis kimia konvensional. PLA memungkinkan produksi AgNPs dengan kemurnian sangat tinggi (>99%) tanpa kontaminan kimia residu, seperti zat pereduksi, penstabil, atau zat penutup, yang umumnya terkait dengan sintesis kimia dan dapat mengganggu penilaian antimikroba. Selain itu, AgNPs yang berasal dari PLA menunjukkan ukuran partikel yang seragam, reaktivitas permukaan yang tinggi, keberlanjutan, dan stabilitas koloid jangka panjang. Akibatnya, PLA dipilih sebagai metode yang paling tepat untuk menghasilkan AgNPs dengan karakteristik optimal untuk evaluasi antimikroba yang andal terhadap isolat E. coli resisten antibiotik yang berasal dari limbah ternak.

Konsentrasi penghambatan minimum (MIC) dan konsentrasi bakterisida minimum (MBC) adalah parameter penting untuk menentukan dosis antimikroba yang efektif dan banyak digunakan untuk menilai kemanjuran in vitro AgNPs terhadap isolat patogen dari limbah ternak, khususnya E. coli. Penyempurnaan berkelanjutan dari metode sintesis AgNP dan evaluasi pada konsentrasi yang relevan secara biologis diharapkan dapat berkontribusi pada strategi baru untuk mengendalikan ARB di sektor peternakan dan mengurangi risiko lingkungan dan kesehatan masyarakat yang terkait dengan penyebaran AMR.

Meskipun bukti yang mendukung potensi antimikroba AgNP terhadap ARB semakin meningkat, beberapa kesenjangan kritis masih ada dalam konteks kontaminasi lingkungan yang terkait dengan peternakan. Sebagian besar studi yang ada bergantung pada AgNP yang disintesis secara kimia atau berasal dari biologi, yang mungkin mengandung reagen residu yang membingungkan penilaian antimikroba dan membatasi reproduksibilitas. Selain itu, banyak penelitian menggunakan strain referensi daripada ARB yang berasal dari lapangan, sehingga mengurangi relevansi di dunia nyata. Data tentang kemanjuran in vitro AgNP yang disintesis dengan PLA dengan kemurnian tinggi terhadap E. coli resisten antibiotik yang berasal khusus dari air limbah peternakan sapi perah masih langka. Selain itu, evaluasi komparatif MIC dan MBC di berbagai profil resistensi antibiotik isolat E. coli masih terbatas,

sehingga menghambat identifikasi konsentrasi penghambat optimal yang dapat diterapkan pada pola resistensi heterogen.

Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan membandingkan nilai MIC dan MBC AgNP di berbagai isolat E. coli yang menunjukkan resistensi terhadap berbagai kelas antibiotik, dan untuk mengidentifikasi konsentrasi penghambat efektif yang dapat diterapkan di berbagai profil resistensi. Dengan menggunakan AgNPs dengan kemurnian tinggi dan tidak terkontaminasi secara kimiawi serta isolat yang berasal dari lapangan, penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti kuat yang mendukung potensi penerapan AgNPs sebagai strategi pengendalian komplementer untuk ARB dalam sistem limbah sapi perah dan untuk berkontribusi pada upaya mitigasi AMR di bawah pendekatan One Health.

Studi ini menunjukkan bahwa AgNPs yang disintesis PLA secara efektif menghambat pertumbuhan E. coli resisten antibiotik yang diisolasi dari limbah sapi perah. Nilai MIC berkisar dari 37,5 hingga 100 ppm, dengan isolat resisten eritromisin menunjukkan sensitivitas tertinggi (37,5“50 ppm) dan isolat resisten streptomisin membutuhkan konsentrasi yang lebih tinggi (62,5“100 ppm). Sebagian besar isolat menunjukkan nilai MBC >100 ppm, menunjukkan bahwa AgNPs sebagian besar memberikan efek bakteriostatik daripada bakterisida dalam kondisi yang diuji. Analisis statistik mengungkapkan tidak ada perbedaan signifikan dalam nilai MIC di antara kelompok resistensi (p > 0,05), dan 62,5 ppm diidentifikasi sebagai konsentrasi paling efektif untuk penghambatan pertumbuhan yang konsisten di seluruh profil resistensi.

Efektivitas penghambatan AgNPs yang diamati terhadap E. coli resisten antibiotik mendukung potensi penerapannya sebagai tindakan pengendalian tambahan dalam sistem pengelolaan limbah sapi perah. Penggunaan AgNP sebagai pra-perlakuan atau langkah pemurnian dalam penanganan air limbah dapat mengurangi penyebaran ARB di lingkungan dan menurunkan risiko paparan bagi ternak dan masyarakat sekitar. Temuan ini sangat relevan untuk lingkungan dengan keterbatasan sumber daya di mana metode pengolahan air limbah konvensional tidak memadai.

Keunggulan utama meliputi penggunaan AgNP dengan kemurnian tinggi yang disintesis PLA dan bebas dari residu sintesis kimia, serta evaluasi isolat E. coli resisten antibiotik yang berasal dari lapangan, bukan strain referensi. Penilaian komprehensif MIC dan MBC di berbagai fenotipe resistensi meningkatkan relevansi temuan di dunia nyata dalam konteks kesehatan ternak dan lingkungan.

Studi ini terbatas pada pengujian in vitro di bawah kondisi laboratorium yang terkontrol dan tidak menilai kinerja AgNP dalam matriks air limbah yang kompleks atau sistem skala lapangan. Dominasi nilai MBC >100 ppm menunjukkan aktivitas bakterisida yang terbatas pada konsentrasi yang diuji. Selain itu, potensi dampak lingkungan, ketahanan nanopartikel, dan toksisitas terhadap organisme non-target tidak dievaluasi. Penelitian di masa mendatang harus fokus pada pengoptimalan formulasi AgNP untuk meningkatkan kemanjuran bakterisida, termasuk modifikasi permukaan, stabilisator alternatif, atau kombinasi sinergis dengan antibiotik atau antimikroba lainnya. Secara keseluruhan, AgNP yang disintesis PLA mewakili pendekatan non-antibiotik yang menjanjikan untuk menghambat E. coli yang resisten terhadap antibiotik dalam limbah sapi perah. Dengan mengidentifikasi 62,5 ppm sebagai konsentrasi penghambat yang efektif di seluruh profil resistensi, penelitian ini memberikan dasar ilmiah untuk potensi integrasi solusi berbasis nanoteknologi ke dalam pengelolaan limbah ternak dan strategi pengurangan risiko AMR.

Penulis korespondensi: Prof. Dr. Mustofa Helmi Effendi, drh., DTAPH.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Yanestria SM, Wibisono FJ, Effendi MH, Untari T, Khairullah AR, Dameanti FNAEP, Tang JYH, Rehman S, Wasito W, Ahmad RZ. In vitro antimicrobial efficacy of laser-synthesized silver nanoparticles against antibiotic-resistant Escherichia coli isolated from dairy cattle wastewater. Vet World. 2026;19(2):511“522.

AKSES CEPAT