Studi ini bertujuan untuk menyelidiki dampak bahan kimia dalam biji alpukat terhadap regenerasi soket gigi pada pasien diabetes mellitus (DM). Proses ekstraksi melibatkan jaringan lunak dan tulang, dengan 12,5% pasien DM mengalami penyembuhan tertunda. Proses penyembuhan meliputi beberapa fase. Biji alpukat mengandung polifenol yang dapat mengurangi peradangan dan meningkatkan penyembuhan luka setelah pencabutan gigi. Penelitian juga memeriksa ekspresi TNF, RUNX2, dan RANKL. Temuan ini bisa membantu meningkatkan proses penyembuhan dan mengurangi komplikasi pada pasien DM.
Bahan Dan Metode
Penelitian ini dilakukan pada tikus diabetes untuk mengamati efek gel ekstrak biji alpukat setelah pencabutan gigi. Tikus model diabetes yang digunakan diperlakukan dengan pencabutan gigi, di mana kelompok perlakuan diberikan gel ekstrak biji alpukat, sedangkan kelompok kontrol tidak mendapatkan terapi. Aplikasi gel dilakukan segera setelah pencabutan dan berlanjut hingga hari ke-3 dan ke-7, ketika sampel dikorbankan. Observasi dilakukan dengan memotong rahang dan mengolah jaringan soket untuk analisis ekspresi TNF-伪, RUNX2, dan RANKL melalui imunohistokimia.
Persiapan hewan uji mengikuti desain kelompok kontrol pasca-tes di Laboratorium Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah Surabaya. Ekstrak diolah di Laboratorium Biologi Farmasi Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata. Pewarnaan dan observasi histologis dilakukan di Pusat Penelitian Fakultas Kedokteran Gigi 51动漫, sesuai dengan protokol etika penggunaan hewan percobaan. Sebanyak 20 tikus lab berusia 2-3 bulan digunakan dan dibagi menjadi 4 kelompok, dengan kelompok kontrol tidak dirawat setelah pencabutan gigi.
Tikus dibuat diabetes dengan injeksi streptozotocin. Tanpa perawatan, kadar glukosa darah tikus diukur untuk memastikan diabetes. Pencabutan gigi dilakukan di bawah anestesi, dan gel ekstrak biji alpukat diterapkan setiap hari hingga hari ke-7. Jaringan diproses setelah pemotongan kepala pada hari yang ditentukan untuk analisis lebih lanjut.
Penelitian ini juga melibatkan analisis in silico untuk mengevaluasi ikatan antara ligan dan reseptor menggunakan program AutoDock. Informasi tentang komposisi kimia biji alpukat dan interaksi ligan dengan protein target dianalisis, serta analisis statistik dilakukan menggunakan SPSS untuk membandingkan ekspresi protein antara kelompok kontrol dan perlakuan.
Hasil dan Diskusi
Studi menemukan bahwa TNF-伪, suatu sitokin pro-inflamasi, tertinggi pada hari kontrol 3 dan 7, menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok. Perbedaan ini disebabkan oleh penerapan ekstrak biji alpukat pada soket, yang dapat mengurangi peradangan dan meningkatkan penyembuhan luka setelah pencabutan gigi. Proses inflamasi, yang diwakili oleh C, adalah protein pro-inflamasi. Studi menyimpulkan bahwa ekspresi TNF-伪 menurun pada hari ke-3 dan ke-7, menunjukkan penurunan peradangan dan penyembuhan luka.
Penelitian ini menunjukkan bahwa asam quinic dapat mengurangi ekspresi TNF-伪 dan merangsang proliferasi serta diferensiasi osteoblas. RUNX2, sebuah protein, meningkat di kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol. Procyanidin memiliki afinitas pengikatan tertinggi pada reseptor RUNX2. RANKL, sebuah protein yang dilepaskan oleh osteoblas, membantu osteoklastogenesis. Jumlah RANKL menurun di kelompok perlakuan, sedangkan asam klorogenat menghambat diferensiasi osteoklast yang dimediasi RANKL. Ikatan hidrogen dan hidrofobik penting dalam interaksi ligan-reseptor.
Hasil docking menunjukkan bahwa ikatan tertinggi pada tahap inflamasi adalah antara TNF-伪 dan asam Quinic, yang dapat mempengaruhi proses inflamasi dengan menghambat sitokin proinflamasi TNF-伪. Biji alpukat memiliki potensi untuk meningkatkan penyembuhan pencabutan gigi melalui percobaan in silico dan in vivo.
Kesimpulan
Kombinasi senyawa biji alpukat dapat mengurangi peradangan dan membantu perbaikan setelah pencabutan gigi. Senyawa ini bisa digunakan sebagai agen terapi alami untuk pasien diabetes.
Penulis: Prof. Dr. A. Retno Pudji Rahayu, drg., M.Kes.
Sumber Referensi :
Rohmaniar, P. D., Rahayu, R. P., Narmada, I. B., Siswandono, & Wiyono, A. S. (2025). The Effect of Avocado Seed for Socket Healing after Tooth Extraction on Diabetic Condition (In Silico and In Vivo Research). Tropical Journal of Natural Product Research, 9(3), 942-949.





