51动漫

51动漫 Official Website

Eklampsia: Komplikasi Kehamilan yang Bisa Mengancam Nyawa Ibu dan Bayi

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Tekanan darah tinggi saat hamil bukanlah hal sepele. Salah satu bentuknya adalah preeklampsia, yaitu kondisi ketika tekanan darah ibu hamil meningkat disertai gangguan pada organ tubuh. Jika kondisi ini semakin berat dan tidak tertangani dengan baik, dapat berkembang menjadi eklampsia, yaitu preeklampsia yang disertai kejang. Eklampsia adalah keadaan darurat yang dapat mengancam nyawa ibu dan bayi.

Sebuah penelitian besar di Indonesia yang melibatkan 30 rumah sakit di berbagai daerah menemukan bahwa sekitar 8 dari 100 ibu hamil dengan preeklampsia mengalami eklampsia. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa ibu yang mengalami eklampsia memiliki risiko komplikasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan ibu dengan preeklampsia tanpa kejang.

Pada ibu, eklampsia dapat menyebabkan gangguan organ berat seperti kerusakan hati, gangguan pembekuan darah, tekanan darah yang sangat tinggi, hingga stroke. Banyak ibu dengan eklampsia juga memerlukan perawatan di ruang intensif (ICU) dan lebih sering harus menjalani operasi sesar darurat.

Dampaknya juga besar bagi bayi. Bayi dari ibu dengan eklampsia lebih sering lahir prematur, memiliki berat badan rendah, mengalami gangguan pernapasan, infeksi, dan membutuhkan perawatan di ruang NICU. Risiko kesakitan bahkan kematian bayi pun menjadi lebih tinggi.

Para ahli menjelaskan bahwa eklampsia adalah tahap paling berat dari preeklampsia. Pada kondisi ini, pembuluh darah dan organ tubuh ibu sudah mengalami kerusakan berat sehingga dapat memicu kejang dan kegagalan organ. Karena itu, pencegahan dan penanganan dini preeklampsia sangat penting.

Apa yang bisa dilakukan? Ibu hamil perlu rutin memeriksakan kehamilan agar tekanan darah dan kondisi kesehatan dapat dipantau. Jika preeklampsia terdeteksi, tenaga kesehatan dapat memberikan obat pencegah kejang, mengontrol tekanan darah secara ketat, dan menentukan waktu persalinan yang paling aman bagi ibu dan bayi. Dengan penanganan yang tepat, banyak kasus eklampsia sebenarnya dapat dicegah.

Pesan penting dari penelitian ini jelas: jangan abaikan tekanan darah tinggi saat hamil. Pemeriksaan kehamilan yang teratur dan penanganan medis yang cepat dapat menyelamatkan nyawa ibu dan bayi.

Penulis: Muhammad Ilham Aldika Akbar

Link:

AKSES CEPAT