Nyeri setelah perawatan saluran akar gigi akan mempengaruhi sebagian besar pasien setelah menjalani perawatan saluran akar gigi. Hal ini berhubungan dengan kualitas sel-sel saraf yang berada dalam jaringan pulpa gigi. Pyroptosis merupakan sebuah bentuk kematian sel yang terprogram yang berhubungan dengan keradangan sehungga dapat mempengaruhi kualitas jaringan pulpa gigi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ekspresi NLRP3 dan mTORC1 pada kondisi pyroptosis sel saraf jaringan pulpa gigi setelah pemberian lipopolisakarida (LPS) bakteri Phorphyromonas gingivalis.
Metode dan Hasil
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 32 tikus Sprague Dawley, dibagi menjadi dua kelompok yang terdiri dari 16 tikus per kelompok. Pada kelompok kontrol hanya menerima perlakuan pembukaan ruang pulpa gigi insisif rahang bawah. Sedangkan kelompok perlakuan menerima perlakuan pembukaan ruang pulpa gigi insisif rahang bawah ditambah dengan pemberian LPS. Kedua kelompok dilakukan euthanasia setelah 48 jam. Pengukuran ekspresi NLRP3 dan mTORC1 sel saraf dilakukan dengan mempergunakan pewarnaan Imunohistokimia dan Hematoxylin Eosin. Untuk membandingkan ekspresi NLRP3 dan mTORC1 antar kelompok dilakukan dengan analisis statistic Independent t-Test dan analisis korelasi untuk memeriksa hubungan antara factor-faktor ini dan jumlah sel saraf jaringan pulpa gigi. Pemberian LPS secara siknifikan meningkatkan ekspresi NLRP3 dan mTORC1 dan menyebabkan penurunan secara siknifikan jumlah sel saraf jaringan pulpa gigi dibandingkan dengan kelompok control. Pyroptosis pada sel saraf jaringan pulpa gigi dapat disebabkan oleh LPS Phorphyromonas gingivalis dengan NLRP3 memainkan peranan yang penting.
Penulis: Galih Sampoerno, Ira Widjiastuti, Noor Azlin Yahya, Aghnia Alma Larasati, Wulan Tri Maulida, Muhammad Alviandi Hefni, Hania Dana Syahria. Informasi detail dari riset dapat dilihat pada:





