51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Ekstrak Daun Clinacanthus nutans Berpotensi Cegah Perburukan Penyakit Perlemakan Hati

Ilustrasi Sirosis Hati (Sumber: emc.id)
Ilustrasi Sirosis Hati (Sumber: emc.id)

Penyakit perlemakan hati akibat disfungsi metabolik atau metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease (MASLD) kini menjadi salah satu masalah kesehatan global terbesar. Kondisi ini memengaruhi lebih dari 1,2 miliar orang di dunia, dan diproyeksikan semakin meningkat di masa depan, dikaitkan dengan tingginya angka kejadian obesitas dan penyakit metabolik. Kondisi ini juga menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia, dengan perubahan pola diet masyarakat yang semakin gemar dengan diet ala barat yang tinggi lemak jenuh dan gula.  Penumpukan lemak di hati dapat berkembang menjadi kronis dan progresif dengan timbulnya peradangan hati kronis, dikenal sebagai steatohepatitis atau disebut MASH, yang dulu dikenal sebagai NASH. Peradangan hati yang berlanjut, dapat menyebabkan kerusakan hati permanen, yang diawali terjadinya fibrosis, kemudian menjadi sirosis, kanker hati, bahkan gagal hati yang menuntut dilakukan pencangkokan hati sebagai satu-satunya pilihan terapi. Namun hingga saat ini, pilihan terapi farmakologis untuk mencegah perburukan patologi hati pada MASLD masih terbatas. Pasien yang ditemukan mengalami steatosis direkomendasikan untuk pembatasan diet, menurunkan berat badan serta mengatasi penyakit metabolik dengan konsumsi obat. Namun upaya ini seringkali berujung pada kegagalan, mengakibatkan progresifitas penyakit hati.

Menjawab tantangan ini, dilakukan penelitian terhadap potensi tanaman herbal Asia Tenggara, Clinacanthus nutans yang dikenal sebagai dandang gendis, telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi peradangan, infeksi, dan gangguan metabolik. Di Indonesia, tanaman ini tumbuh subur dan mudah dibudidayakan, sehingga berpotensi menjadi sumber bahan baku fitofarmaka lokal yang bernilai ekonomi dan ilmiah tinggi. Dalam penelitian ini, mencit jantan C57BL/6  diberi makan Western diet (WD) yang tinggi asam lemak jenuh, tinggi sukrosa, dan kolesterol serta minum campuran glukosa-fruktosa. Setelah pemberian pakan selama 8 minggu, ditemukan gambaran steatosis (tetes lemak dalam sel hati) tanpa tanda peradangan dan kerusakan sel yang bermakna. Setelah 15 minggu pemberian pakan, didapatkan gambaran steatosis yang lebih luas disertai fokus inflamasi disertai kerusakan sel hati yang disebut sebagai ballooning, merujuk pada gambaran sel hati yang membesar dan membulat karena kerusakan membran sel dan sitoskeleton. Gambaran ini mencerminkan terjadinya steatohepatitis. Pemberian esktrak etanol daun Clinacanthus nutans mampu menekan tanda-tanda kerusakan hati pada hewan uji yang diberi diet bergaya barat. Dosis uji tertinggi dapat mencegah perkembangan steatohepatitis, yang ditandai dengan skor aktivitas NAFLD pada gambaran mikroskopik dan rasio berat liver terhadap berat badan yang lebih rendah, yang berarti hewan coba terbukti tidak mengalami hepatomegali dan tanda histologis MASH. Begitu pula kadar SGPT lebih rendah, serta penurunan kadar penanda stress oksidatif dan inflamasi pada kelompok yang diberi ekstrak Clinacanthus nutans. Efek perbaikan patologi hati oleh Clinacanthus nutans sebanding dengan atorvastatin, bahkan lebih baik dalam menurunkan stress oksidatif. Kandungan antioksidan dalam daun Clinacanthus nutans, khususnya tanin dan flavonoid, diyakini berperan penting dalam menekan stres oksidatif dan proses peradangan yang menjadi pemicu utama kerusakan hati. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa bahan alam kaya senyawa fenolik dapat berperan sebagai pelindung hati melalui mekanisme antioksidan dan antiinflamasi.

Informasi lengkap mengenai penelitian ini dapat dibaca pada publikasi berikut:
Hasanatuludhhiyah, N.; Mustika, A.; Kalanjati, V.P.; Miftahussurur, M.; Wakuda, H.; Uemura, N. Clinacanthus nutans Leaf Extract Prevents Metabolic Dysfunction-Associated Steatotic Liver (MASL) to Metabolic Dysfunction-Associated Steatohepatitis (MASH) Progression in Western Diet-Fed C57BL/6 Mice. Pharmacia 2025, 72, 1“12.

AKSES CEPAT