Antibiotik merupakan jenis obat yang paling banyak digunakan untuk menanggulangi beberapa penyakit infeksi. Salah satu antibiotik golongan aminoglikosida adalah gentamisin. Gentamisin merupakan antibiotik yang memberikan efek nefrotoksik, ototoksik, neurotoksik, dan hepatotoksik. Gentamisin meningkatkan stres oksidatif dan radikal bebas yang menghambat sistem pertahanan antioksidan di hepar sehingga terjadi produksi ROS yang berlebih. Hal tersebut menyebabkan terbentuknya kerusakan pada membran lipid, protein, dan asam nukleat yang mempengaruhi keseimbangan osmotik dan memicu pelepasan beberapa metabolit penting seperti enzim SGPT dan SGOT. Akibat pelepasan ini, sel tidak dapat mengatur keseimbangan enzim yang keluar sehingga kadar SGOT dan SGPT dalam serum meningkat, sehingga diperlukan ekstrak jahe merah sebagai antioksidan eksogen.
Jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) memiliki kandungan antioksidan berupa senyawa fenolik (flavonoid, turunan asam sinamat, kumarin, tokoferol serta asam-asam organik). Komponen senyawa fenolik memiliki sifat polar yang berfungsi sebagai penangkap radikal bebas. Senyawa fenol mempunyai kemampuan dalam menstabilkan radikal bebas, yaitu dengan memberikan atom hidrogen secara cepat pada radikal bebas.
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan ekstrak jahe merah dapat menghambat peningkatan kadar SGOT dan SGPT pada tikus putih yang diinduksi Gentamisin. Tikus putih yang digunakan adalah berkelamin jantan galur Wistar yang memiliki umur 2-3 bulan dengan berat badan 150-200 gram sebanyak 25 ekor dan dibagi dalam lima kelompok, masing “ masing kelompok terdiri dari lima tikus putih. Tikus putih diadaptasikan selama tujuh hari, setelah itu dari hari ke-1 hingga ke-15 diberi ekstrak etanol jahe merah dan pada hari ke-8 hingga ke-15 diberikan induksi Gentamisin. Kelompok ini terdiri dari kelompok kontrol negatif (hanya diberi CMC-Na 1% dan aqua pro injeksi), kelompok kontrol positif (CMC-Na 1% dan induksi Gentamisin 80 mg/kgBB), kelompok perlakuan P1 (ekstrak etanol jahe merah dosis 100 mg/kgBB + induksi Gentamisin 80 mg/kgBB), kelompok perlakuan P2 (ekstrak etanol jahe merah dosis 200 mg/kgBB + induksi Gentamisin 80 mg/kgBB), dan kelompok perlakuan P3 (ekstrak etanol jahe merah dosis 400 mg/kgBB + induksi Gentamisin 80 mg/kgBB). Pada hari ke-16 semua tikus dikorbankan dan darah diambil secara intrakardiak kemudian dilakukan pemeriksaan kadar SGOT dan SGPT
Hasil pemeriksaan kadar SGOT dan SGPT tikus putih yang diinduksi Gentamisin pada kelompok positif memperlihatkan peningkatan tertinggi (p<0.05) sedangkan kelompok negatif mendapatkan hasil terendah (p<0.05) dibanding kelompok perlakuan lainnya. Berdasarkan penelitian ini, pemberian ekstrak jahe merah dengan dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB dapat menghambat peningkatan kadar SGOT dan SGPT secara nyata (p<0.05). Berdasarkan uji ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Games-Howell. Dosis efektif dapat menghambat peningkatan kadar SGOT yang disarankan adalah 400 mg/kg BB. Dosis efektif dapat menghambat peningkatan kadar SGPT yang disarankan adalah 200 mg/kg BB.
Penulis: Epy Muhammad Luqman
Publikasi di Jurnal: World Journal of Advanced Research and Reviews (WJARR)
Link artikel: https://wjarr.com/sites/default/files/WJARR-2024-0355.pdf





