Kambing Boer merupakan kambing yang berasal dari Afrika Selatan yang dikembangbiakkan di Indonesia sebagai kambing pedaging yang pertumbuhan bobotnya cepat. Pada umur 5-6 bulan dapat mencapai berat badan 35-45 kg, dengan rata-rata pertambahan berat badan 0,02-0,04 kg per hari. Pada saat dewasa (umur 2-3 tahun), kambing Boer jantan akan mencapai bobot badan 120-150 kg. Sedangkan kambing betina mencapai bobot 80-90 kg, dengan persentase daging dalam karkas mencapai 40% – 50%. Produktivitas kambing Boer lebih tinggi dibandingkan kambing lokal Indonesia. Rata-rata bobot bobot lahir 5,2 kg, bobot sapih total 20,5 kg, rata-rata jumlah anak per kelahiran 1,75 ekor/induk. Sifat produktif tersebut yang menyebabkan kambing Boer diminati oleh peternak untuk dikembangbiakkan.
Teknik perkembangbiakan kambing Boer dengan inseminasi buatan menggunakan semen beku pejantan unggul diharapkan dapat meningkatkan populasi kambing Boer dengan cepat. Kendala umum pada pembekuan semen kambing adalah bahwa spermatozoa kambing sangat peka terhadap kejut dingin. Semen kambing yang dicairkan ulang (thawing) setelah dibekukan dalam larutan pengencer tanpa antioksidan mengakibatkan kematian spermatozoa lebih dari 60%. Sehingga tidak memenuhi syarat minimal inseminasi buatan, yaitu motilitas harus lebih dari 40%. Hal ini disebabkan pada saat proses pembekuan dan pencairan spermatozoa terjadi kelebihan produksi radikal bebas yang merusak asam lemak tak jenuh ganda pada membran plasma spermatozoa. Sehingga mengurangi viabilitas dan motilitas sperma.
Penelitian kami sebelumnya menunjukkan penambahan antioksiden ekstrak teh hijau pada larutan pengencer meningkatkan kualitas sperma beku kambing Kacang. Ekstrak nanopartikel mempunyai perbandingan luas permukaan terhadap volume yang besar. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan penetrasi ke dalam sel sperma sehingga, meningkatkan kapasitas atioksidan dan meningkatkan kualitas semen lebih baik dibandingkan antioksidan ekstrak teh hijau.
Pencairan semen beku (thawing) bertujuan untuk mengembalikan suhu fisiologisnya (37掳C) dan mengaktifkan kembali metabolisme spermatozoa. Pengalaman lapangan inseminator menggunakan metode thawing pada suhu 37掳C selama 30 detik. Suhu vagina kambing ketika birahi adalah 39掳C. Oleh karena itu, pada penelitian ini selain penambahan antioksidan nano partikel ekstrak teh hijau, juga dicoba menaikkan suhu thawing dari 37掳C menjadi 39掳C selama 30 detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas semen beku pejantan unggul kambing Boer lebih tinggi dicapai dengan menambahkan 1 渭g/mL nanopartikel ekstrak teh hijau ke dalam pengencer dan dicairkan pada suhu 39 掳C selama 30 detik.
Penulis: Prof. Dr. Imam Mustofa, drh., M.Kes.
Link jurnal:
Baca juga: Keanekaragaman Genetik Plasma Nutfah Kambing Nigeria





