51动漫

51动漫 Official Website

Elisitasi Menggunakan Metil Jasmonat Mampu Meningkatkan Biomassa dan Produksi Senyawa Fenol dan Flavonoid

Elisitasi Menggunakan Metil Jasmonat Mampu Meningkatkan Biomassa dan Produksi Senyawa Fenol dan Flavonoid
Sumber: Media Indonesia

Elisitasi adalah proses merangsang produksi metabolit sekunder dengan menggunakan molekul elisitor. Elisitor adalah rangsangan eksternal yang mampu mendorong perubahan pada sel tumbuhan yang mengarah ke serangkaian reaksi, yang secara drastis mendukung akumulasi metabolit sekunder dengan mengikat protein reseptor di membran plasma, yang akhirnya mengaktifkan gen tertentu sebagai bagian dari respon pertahanan melalui jalur transduksi sinyal, menghasilkan sintesis metabolit. Banyak penelitian baru-baru ini telah melakukan peningkatan produksi metabolit sekunder dengan menggunakan. Jenis elisitor sangat berpengaruh terhadap peningkatan sintesis senyawa metabolit sekunder. Asam Jasmonat adalah molekul sinyal spesifik tanaman yang mengaktifkan beberapa proses fisiologis dan perkembangan penting pada tanaman, asam jasmonat khususnya methyl jasmonate (MeJa), telah dilaporkan memainkan peran penting dalam proses transduksi sinyal yang mengatur gen pertahanan pada tanaman. Ketika diterapkan secara eksogen pada kultur sel tanaman dari berbagai spesies, MeJa (100-200 碌M) secara positif merangsang peningkatan biosintetik metabolit sekunder seperti terpenoid, flavonoid, alkaloid, dan fenilpropanoid. Metil jasmonat termasuk dalam kelas senyawa siklopentanon yang merupakan pengatur pertumbuhan tanaman yang terlibat dalam jalur transduksi sinyal dan respons tanaman terhadap stresor lingkungan. Metil jasmonat dapat menjadi molekul yang poten dalam meningkatkan toleransi tanaman terhadap berbagai cekaman.

Akar adventif Gynura procumbens yang dikultur dalam bioreaktor bergelembung tipe balon selama 21 hari dengan penambahan berbagai konsentrasi metil jasmonat tidak mengalami penurunan biomassa. Perlakuan dengan 100 碌M metil jasmonat menunjukkan hasil yang tertinggi untuk kandungan fenol dan kandungan flavonoid dengan menggunakan standar kuersetin. Sedangkan hasil maksimal untuk kandungan fenol dan flavonoid dengan menggunakan standar kaempferol diperoleh dari perlakuan 200 碌M metil jasmonat. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengaplikasian metil jasmonat dengan beberapa konsentrasi meningkatkan kadar MDA dan prolin kecuali pada konsentrasi 50 碌M kadar prolin lebih rendah dibandingkan kontrol (perlakuan tanpa elisitasi). Stress fisiologis berkorelasi positif terhadap produksi metabolit sekunder diketahui dengan peningkatan kandungan dan produktifitas total kadungan fenol dan total kandungan flavonoid seiring dengan peningkatan stress fisiologis yang direpresentasikan dengan peningkatan kadar MDA dan kadar prolin.

Penulis: Ely Tri Wijayanti, Dannis Yuda Kusuma, Alfinda Novi Kristanti, Anjar Tri Wibowo, Sugiharto, Djarot Sugiarso, Yosephine Sri Wulan Manuhara

Link:

Baca juga: Kabar Baik dari Daun Malaka! Senyawa Flavonoidnya Ternyata Tidak Beracun

AKSES CEPAT