Kompetisi esai AIRLANGGA POLITICS (AIRPOL) 7.0 telah diselenggarakan pada Sabtu, 5 November 2022 oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik 51¶¯Âþ. Selain kompetisi esai, AIRPOL 7.0 juga merupakan ajang perlombaan debat, creative campaign, dan talkshow nasional.
Juara II dalam kompetisi esai tingkat nasional yang dikhususkan untuk mahasiswa se-Indonesia tersebut merupakan mahasiswa Fakultas Hukum 51¶¯Âþ angkatan 2019, Pradnya Wicaksana. Melalui wawancara dengan FH News pada Senin (14/11/2022), mahasiswa yang akrab disapa Pradnya itu menyampaikan topik yang ia usung dalam esainya merupakan topik Neo-Pembangunanisme dan Ketidakadilan Ekososial. Ia menuturkan bahwa teori neopembangunanisme (new developmentalism) digunakan oleh Eve Warburton untuk mendeskripsikan pendekatan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dalam merealisasikan agenda-agenda pembangunan di negara Indonesia.
“Presiden Joko Widodo memandang bahwa tugas sebuah negara sebatas untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi saja, sedangkan untuk agenda-agenda pembangunan lain seperti pemajuan hak asasi manusia serta perlindungan lingkungan hidup kerap terabaikan,” ujar Pradnya.
Pradnya mengatakan proyek-proyek pembangunan di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo cenderung minim terhadap wawasan lingkungan. Menurutnya, pembangunan di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo telah melanggar keadilan ekososial masyarakat atau keadilan sosial yang berwawasan lingkungan. Padahal, Pasal 28H ayat (1) UUD NRI 1945 menjamin hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.
“Menulis tentang hal ini berangkat dari keresahan saya terhadap kondisi yang terjadi di Desa Wadas. Di sana, rencana tambang andesit untuk proyek pembangunan Presiden Joko Widodo jelas mengancam keberlanjutan lingkungan masyarakat setempat,” tuturnya.
Sebagai penutup, Pradnya menyampaikan tips dan trik untuk dapat menulis esai yang baik. Ia menegaskan ketika seseorang menulis, ia harus mampu menjawab alasan mengapa ia menciptakan tulisan tersebut. Selain itu, sering berlatih menulis juga penting untuk melatih jam terbang seorang penulis.
“Saya sering kali merasa resah terhadap suatu hal, sehingga saya merasa harus menuangkan keresahan saya tersebut ke dalam tulisan. Semoga tulisan saya ini dapat memantik para pembaca tentang dampak lingkungan yang muncul akibat paradigma neo-pembangunanisme,” pungkasnya.
Penulis : Dewi Yugi Arti
Foto : Tambang Batu Andesit Desa Wadas. (Sumber: Rinto Heksantoro/detikcom)




