51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Kunjungan Kerja Sama FH USU ke FH UNAIR: Amati Proses Akreditasi FIBAA

Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH USU) mengadakan kunjungan dan visitasi ke Fakultas Hukum 51¶¯Âþ (FH UNAIR) pada Rabu (23/11/2022). Kunjungan yang diselenggarakan dalam rangka menjalin kerja sama antara kedua universitas tersebut bertempat di Ruang PBL, Gedung A FH UNAIR. FH USU sekaligus datang untuk mengamati proses akreditasi yang berlangsung di FH UNAIR. 

Dr. Aktieva Tri Tjitrawati, S.H., M.Hum., mengatakan semua proses pembelajaran yang terjadi di lingkungan kampus akan dicek ketika akreditasi berlangsung, baik akreditasi nasional maupun akreditasi internasional. FH UNAIR, sambungnya, setiap kali mendapatkan giliran akreditasi akan dicek apakah memiliki mekanisme yang mengarah pada internasionalisasi universitas atau tidak. 

“Kita harus bisa memastikan bagaimana proses-proses pembelajaran itu dapat terselenggara dengan baik, mulai dari input, bagaimana kita menerima mahasiswa sampai kita memastikan bagaimana lulusan kita itu bisa diterima oleh pasar,” tutur Dr. Aktieva. 

Dr. Aktieva menjelaskan program studi S1 FH UNAIR lebih dititikberatkan pada FIBAA (Foundation for International Business Administration Accreditation). Penerimaan mahasiswa S1 FH UNAIR, sambungnya, dikelola oleh kementerian, bukan oleh FH UNAIR sendiri. Sedangkan, untuk mahasiswa S2 FH UNAIR penerimaannya dikelola oleh FH UNAIR sendiri. 

“Asesor akreditasi sangat peduli pada fairness. Fairness dari mulai proses penerimaan, pembelajaran, hingga penilaian mahasiswa. Kita harus bisa memastikan bahwa proses yang kita lakukan itu semuanya fair ketika akreditasi,” ujar Dr. Aktieva. 

Dr. Aktieva menuturkan sebelum kementerian menekankan internasionalisasi untuk universitas-universitas di Indonesia, FH UNAIR telah terlebih dahulu menuju proses internasionalisasi universitas melalui akreditasi FIBAA kategori government and law. Jantung dari pendidikan adalah kurikulum. Oleh karena itu, kurikulum harus terus diperbaharui setiap saat. 

Sekretaris Fakultas FH UNAIR, Ekawestri Prajwalita Widiati, S.H., LL.M., menerangkan setidaknya ada empat hal krusial ketika menjalani proses akreditasi internasional. Pertama, ucapnya, universitas harus siap dengan dokumen kurikulum yang di-submit untuk mendaftar FIBAA. Dokumen kurikulum tersebut harus dibuat secara ringkas. 

“Untuk FIBAA, kita membuat dokumen kurikulumnya secara overview dan apa yang membuat kurikulum itu khas untuk universitas. Dokumen kurikulum itu menggambarkan struktur dan kemudian di-submit untuk daftar FIBAA. Badan Penjaminan Mutu UNAIR kemudian mengklasifikasikan menjadi beberapa kelompok,” paparnya. 

Pada akhir kunjungan, Dekan FH UNAIR, Iman Prihandono, S.H., M.H., LL.M., Ph.D., mengucapkan terima kasih kepada para perwakilan FH USU yang telah hadir dalam kunjungan kerja sama ke FH UNAIR. Ia menyampaikan apabila ada masukan yang dapat diberikan oleh FH USU kepada FH UNAIR maka pihaknya akan dengan senang hati menerima dan mendengarkan masukan tersebut. 

“Sudah menjadi tugas kita bersama untuk membuat mahasiswa-mahasiswa kita menjadi lulusan yang berguna bagi bangsa Indonesia,” pungkas Iman. 

 

Penulis : Dewi Yugi Arti