51

51 Official Website

Alumnus FIB UNAIR Juara Sayembara Sastra

Buku Kumpulan Puisi Catatan dari Pekarangan Acak karya Muhammad Daffa (Foto: Dok. Narasumber)

FIB NEWS Prestasi membanggakan kembali terdengar dari alumni (FIB) 51 (UNAIR). Muhammad Daffa, Alumnus Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2017 memenangkan sayembara Aruh Sastra Kalsel XX dengan karyanya manuskrip puisi bertajuk Catatan Dari Pekarangan Acak pada November lalu.

Sayembara Aruh Sastra adalah sebuah kejuaraan sastra bergengsi di Kalimantan Selatan. Sayembara ini telah berlangsung sejak tahun 2005. Pada 2023, Aruh Sastra telah berusia 20 tahun lamanya dan menambah kesan spesial acara.

Puisi sebagai Ruang Temu Budaya

Kumpulan puisi yang Daffa beri judul Catatan Dari Pekarangan Acak ini berisi curahan pribadinya selama menjadi mahasiswa rantau di Surabaya. Puisi tersebut mencakup perbedaan budaya, dialek, lingkungan, hingga pergulatan identitas sebagai pendatang.

Manuskrip ini berisi tentang pergulatan batin aku tentang dunia rantau karena aku sendiri adalah perantau, dimana bertemu dengan lingkungan serta situasi dialek, perbedaan budaya, culture shock, semua itu aku curahkan dalam bentuk puisi, ujarnya.

Karyanya tersebut terinspirasi dari kebiasaan dan budaya baru yang ia temui selama merantau di Surabaya. Tak hanya itu, Daffa mendapat inspirasi dari karya Mardi Luhung, Wahyu Haryanto dan penulis asal Jawa Timur lainnya.

Berpacu Waktu

Karya yang Daffa perlombakan ini lahir dari kumpulan puisi yang ia curahkan selama ini di laman Instagram miliknya. Puisi-puisi itu ia olah kembali menjadi torehan karya yang lebih berwarna. Namun, tentunya perjalanan menggarap manuskrip puisi ini tidak mudah. Daffa mengalami berbagai hambatan selama bergelut dengan karya tersebut. Salah satu draft sempat hilang hingga ia harus menyusunnya kembali dari awal.

Filenya sempat tercecer dan berantakan sehingga harus dikumpulkan lagi hingga mendekati deadline, tuturnya.

Sosok Hebat Alumnus FIB UNAIR, Muhammad Daffa (Foto: Dok. Narasumber)

Kritik untuk Berkembang

Sebagai seorang sastrawan, Daffa berharap pembacanya tidak hanya sekedar membaca. Namun, juga memberikan kritik dan saran terhadap karyanya. Ia percaya bahwa melalui pertukaran ide dengan pembaca, hal itu dapat memberinya ruang untuk mengeksplor hal-hal baru di luar karyanya tersebut.

Aku ingin pembaca tidak hanya membaca karyaku saja tapi juga memberi kritik saran sehingga bisa mengeksplor hal-hal baru, jelasnya.

Daffa juga menambahkan, dengan pencapaiannya ini, ia berharap dapat meningkatkan semangat dirinya untuk menulis dan berkarya. Daffa juga mengharapkan apa yang telah ia raih dapat memberikan dampak positif dan membangun relasi dengan pembaca.

Prestasi alumnus FIB UNAIR memenangkan sayembara sastra ini mencerminkan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.

Penulis: Pudja Safana Dwi Putri

Editor: Nadia Azahrah Putri