Suasana kelas menulis bersama redaksi Mojok pada Kamis, 4 Desember 2025 (Foto: Istimewa).
FIB NEWS – (FIB) (UNAIR) sukses menyelenggarakan kegiatan kelas menulis bersama Mojok yang bertajuk “Parkir di Terminal: Buka-bukaan Dapur Redaksi Mojok dan Strategi Tembus Media Nasional.” Acara tersebut berlangsung di Ruang Chairil Anwar FIB UNAIR pada Kamis (4/12/2025).
Kegiatan itu secara khusus ditujukan untuk memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa mengenai dunia kepenulisan di media digital. Acara itu dihadiri oleh tim Mojok langsung dari Yogyakarta yang beberapa di antaranya merupakan redaktur di Terminal Mojok.
Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai ‘Terminal Parkir’
Rima Firdaus, S.Hum., M.Hum., selaku perwakilan dari Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia UNAIR, menyambut hangat kolaborasi tersebut. 淜ami merasa terhormat sekali prodi Bahasa dan Sastra Indonesia menjadi terminal parkirnya Mojok. Saya rasa program ini sangat bagus untuk mahasiswa. Jadi, nantinya teman-teman bisa punya bayangan bagaimana sih nulis di media itu yang sebenarnya, tuturnya.
Ia menegaskan relevansi acara tersebut dengan kurikulum prodi. Ia juga menyoroti perbedaan antara menulis di ruang kelas dan menulis di media. Ia menekankan perlunya mental sekuat baja bagi mahasiswa Gen Z dan dengan adanya forum tersebut adalah awal yang bagus untuk membangun personal branding.
Redaktur Mojok Ajarkan Struktur Tulisan Hingga Konsultasi Kerangka
Tim redaksi Mojok membagi materi menjadi beberapa sesi yang sangat berisi. Di antaranya membahas tentang perbedaan antara Terminal Mojok dan Mojok.Co., serta jenis tulisan dan struktur yang disukai redaktur. Lalu juga ada materi cara mencari tema dan praktik teknik menulis secara langsung.
Tim Mojok mendapat pertanyaan dari salah satu mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia UNAIR, yaitu Mohammad Adif Albarado mengenai batasan kenakalan dalam menulis. Kenia Intan, redaktur dari Mojok menjawab bahwa batasan utamanya adalah tidak boleh memasukkan unsur SARA.
Ia juga menambahkan bahwa redaktur sangat menyukai tulisan yang mampu memicu ruang diskusi baru. 淜ami sebagai editor sangat senang kalau tulisan Anda akhirnya memunculkan diskusi baru dari yang ditulis, ujarnya.
Acara diakhiri dengan sesi konsultasi penting. Peserta diberikan tugas untuk membuat kerangka tulisan mereka dan bisa mendapatkan masukan langsung dari redaktur Mojok.
Kegiatan FIB UNAIR selenggarakan kelas menulis bersama Mojok tersebut mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada poin 4, yaitu quality education.




