Potret Puspa Dwi Amalya (Sumber: Dok. narasumber)
FIB NEWS – (FIB UNAIR) resmi melantik pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) masa bakti 2025/2026 pada Selasa (3/02/26). Dalam pelantikan kali ini, sejumlah perwakilan ormawa seperti BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), HMD (Himpunan Mahasiswa Departemen), dan BSO (Badan Semi Otonom) turut hadir untuk meresmikan pergantian kepengurusan yang baru. Salah satu pergantian kepengurusan tersebut terjadi di (EDSA).
EDSA merupakan sebuah HMD dari Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris FIB UNAIR. Pada periode 2025/2026, Puspa Dwi Amalya atau yang akrab disapa Amel, mahasiswa angkatan 2023 program studi tersebut, resmi terpilih menjadi ketua EDSA.
VISI DAN MISI
Kepada Humas Muda pada Jumat (20/02/26), Amel mengatakan bahwa ini adalah tahun ketiganya di EDSA. Ia melihat bahwa ada evaluasi dan beberapa hal yang ingin diubah olehnya. 淎da sesuatu yang ingin saya ubah, ada evaluasi yang ingin saya wujudkan, dan menjadi ketua adalah salah satu cara saya untuk menjadikan EDSA lebih baik dari tahun sebelumnya, jelas Amel.
Pada periode ini, Amel mengusung visi berupa aktif, inklusif, dan progresif. Ia berharap bahwa anggota dapat merasa terdukung dan terdorong untuk berkembang baik dari segi hardskill maupun softskill. Adapun misinya adalah memperkuat prestasi anggota dari segi akademik maupun nonakademik, memperluas relasi internal dan eksternal, serta menciptakan program kerja yang aktif dan bisa berdampak.
Menurut Amel, komunikasi adalah kunci penting dalam menjalankan strategi organisasi. 淪aya akan mengutamakan komunikasi yang terbuka karena hal tersebut penting untuk mengetahui progres dan kendala yang ada. Dengan komunikasi yang terbuka, saya yakin dapat menciptakan ruang yang aman bagi teman-teman untuk bercerita, berkeluh kesah, serta berkembang, tegas Amel.
PROGRAM KERJA
Program kerja unggulan dari EDSA meliputi DATE yang merupakan singkatan dari 淒ays With EDSA, yaitu sebuah program ospek prodi untuk mahasiswa baru. Kemudian, ada SHAKESPERIOR, yaitu ajang kompetisi tahunan bergengsi bagi siswa SMA/SMK untuk memperingati ulang tahun EDSA, dan lain sebagainya.
Adapun salah satu program baru yang diusung kali ini, yakni EDSA Book Club, sebuah komunitas buku. 淐ukup ironis melihat fakultas sastra dan prodi sastra belum memiliki komunitas buku. Untuk itu saya mengadakan program kerja baru, yaitu EDSA Book Club, ucap Amel.
Selain itu, ada juga Opportunity Hub yang merupakan rebranding dari program kerja sebelumnya, yaitu Scholars of the Month. Program ini menjadi wadah pengembangan bakat di bidang kepenulisan, serupa dengan BSO Lipres (Lingkar Prestasi). Namun, perbedaanya terletak pada cakupan pesertanya yang hanya diperuntukkan bagi mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris.
HARAPAN DAN PESAN
淪aya berharap kehadiran BPH EDSA tahun 2026 beserta program kerjanya mampu menjadi wadah bagi teman-teman untuk menyalurkan minat dan bakat, serta menjadi tempat yang aman untuk berkembang dan berproses bersama. Harapannya, yang berkembang tidak hanya staf, tetapi juga seluruh mahasiswa dari Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris. Dengan begitu, setiap mahasiswa memiliki peran penting di dalamnya, tutur Amel.
Amel juga berharap bahwa rencana yang telah disusun bisa membuahkan hasil secara optimal sesuai dengan target awal.
Kegiatan pergantian pengurus ormawa ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu Quality Education.
Penulis: Niken Dara Fesya
Editor: Gustyosih Chesta Pramesti




