R. Aj. Angelica Nusa Putri Sukma Dewayani (kiri) dan Oktaviana Putri (kanan) saat meraih Juara 2 Kanji Cup ke-21 Tingkat Menengah (Foto: Dok. Pribadi)
FIB NEWS “ Dua mahasiswa (FIB UNAIR), Oktaviana Putri dan R. Aj. Angelica Nusa Putri Sukma Dewayani berhasil meraih juara 2 dalam ajang Kanji Cup ke-21 Tingkat Menengah. Perlombaan yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya ini berlangsung pada Sabtu (19/10/2024) di Gedung LPSP lantai 9, Universitas Negeri Surabaya Kampus Lidah Wetan.
Ini bukan kali pertama bagi Via dan Angel mengikuti perlombaan Kanji Cup. Pada Februari 2024, keduanya berpartisipasi dalam Kanji Cup ke-20 tingkat dasar, namun belum berhasil meraih juara. Lalu, mereka kembali mencoba berpartisipasi pada Kanji Cup ke-21 dengan tingkat yang lebih tinggi. œWaktu menang pastinya senang ya, karena ternyata rezekinya di sini (di perlombaan tingkat menengah), ungkap Via.
Via dan Angel mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada kanji dan dukungan dari dosen, yang tahu betul kemampuan mereka dari pengalaman lomba sebelumnya menjadi motivasi utama untuk mengikuti lomba ini. œUntuk tingkat menengah nggak banyak yang mau ikut karena persyaratan level bahasa Jepangnya sendiri agak susah, levelnya dari N3 sampai N1, jelas Via.
Perlombaan ini terdiri dari tiga babak, yakni babak grup, semifinal, dan final. Menurut mereka, tantangan terbesar selama lomba adalah menghadapi tekanan dari peserta lain, khususnya dari tim Universitas Brawijaya yang berhasil meraih juara pertama. œMereka nulis kanji bisa banyak banget dalam waktu sesingkat itu, aku sama dia sampai heran sendiri, ujar Via.
Angel menambahkan bahwa soal yang mereka hadapi cukup sulit dan membuat mereka sedikit gugup. Meski demikian, mereka tetap berusaha menghadapinya dengan kerjasama dan terus berdoa. œDikerjain sebisanya saja, dalam hati doa terus. Soalnya ini sudah tahun terakhir, tahun depan untuk mahasiswa angkatan 2021 sudah nggak bisa ikut lagi, jelas Angel.
Dari pihak Program Studi, mereka diberikan latihan intensif selama satu bulan dengan sesi satu kali setiap minggu. Strategi keduanya dalam lomba adalah memanfaatkan kecepatan masing-masing. œDia tuh nulisnya cepet, kalau aku responnya cepet. Kalau aku lihat dia sudah selesai nulis, aku langsung pencet tombol. Jadi kita janjiannya itu disitu, terang Via.
Dukungan dari dosen dan teman-teman Bahasa dan Sastra Jepang juga sangat membantu mereka dalam menghadapi perlombaan. Angel menjelaskan bahwa mereka sering diberi soal-soal sebagai bahan latihan dan kata-kata motivasi agar tetap semangat selama persiapan perlombaan.
œL³Ü³¦³Ü²Ô²â²¹ sensei bilang ˜Nggak menang juga nggak apa-apa, yang penting sudah berusaha.™ Tapi tadi pagi bilang ˜Nanti direbut kembali ya piala bergilirnya.™ Jadi tetap ada harapan buat menang gitu, jadi kita jalanin aja, ungkap Via.
Untuk mahasiswa lain yang tertarik mengikuti lomba serupa, Angel memberikan saran agar rajin berlatih dan jangan hanya mengandalkan diri sendiri, tetapi juga mengandalkan Tuhan.
Via juga menambahkan bahwa kunci sukses dalam belajar kanji adalah menikmati prosesnya dan tidak menganggapnya sebagai sesuatu hal yang menakutkan. œBanyak orang belajar bahasa jepang itu tantangan terbesarnya belajar kanji, anggap kanji itu sesuatu yang menyenangkan, biar belajarnya juga lebih enjoy, tutup Via.
Prestasi dari Oktaviana Putri dan R. Aj. Angelica Nusa Putri Sukma Dewayani ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 5, yaitu gender equality.
Penulis: Fania Tiara Berliana Marsyanda
Editor: Nuri Hermawan




