NERS NEWS – Mahasiswa Profesi Ners Kelompok 1 Stase Keperawatan Maternitas 51¶¯Âþ telah berhasil menyelenggarakan Penyuluhan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dengan topik “Pemenuhan Nutrisi pada Ibu Nifas” pada Kamis 20/10/22. Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung di ruang Irna Obgyn Lantai 5 Rumah Sakit 51¶¯Âþ (RSUA) dengan sasaran pasien dan keluarga atau pendamping pasien yang sedang menjalani Perawatan di Irna Obgyn RSUA.
PKRS ini merupakan salah satu kegiatan dari serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Mahasiswa Profesi Ners untuk memenuhi kompetensi sebagai Ners. Topik yang diangkat kali ini mengenai “Pemenuhan Nutrisi pada Ibu Nifas”, dimana Ibu membutuhkan gizi yang cukup saat nifas. kualitas dan jumlah makanan yang dikonsumsi ibu sangat berpengaruh pada jumlah ASI yang dihasilkan. Menu makanan yang harus dikonsumsi adalah porsi cukup dan teratur, tidak terlalu asin, pedas dan berlemak, tidak mengandung alkohol, nikotin, serta bahan pengawet dan pewarna. Kekurangan gizi pada ibu nifas menimbulkan gangguan kesehatan pada ibu dan bayinya.
“Kelompok kami sengaja mengangkat topik mengenai Pemenuhan Nutrisi pada Ibu Nifas karena masih terdapat ketidaktahuan dari pasien dan keluarga ataupun pendamping pasien yang masih belum memahami cara memenuhi kebutuhan nutrisi untuk ibu nifas dengan tepat, sehingga penyuluhan ini penting dilakukan agar kedepannya dapat menerapkan materi penyuluhan ini dengan sebaik mungkin ” Ujar Lisa, selaku perwakilan kelompok 1.
Acara ini terdiri dari penyampaian materi terkait Pemenuhan Nutrisi pada Ibu Nifas dengan sasaran yaitu pasien dan keluarga serta pandamping keluarga mulai dari definisi masa nifas, Manfaat nutrisi seimbang pada ibu nifas, dampak pemenuhan nutrisi yang tidak seimbang bagi ibu dan bayu, komposisi gizi yang baik untuk ibu nifas, jenis gizi dan contoh sumber makanannya, pola makan bagi ibu nifas. Materi tersebut disampaikan secara langsung oleh mahasiswi Fakultas Keperawatan Unair, yaitu Fara Amalia Riadini.
Selama acara berlangsung, pasien dan keluarga terlihat sangat antusias mendengarkan dan mengikuti acara tersebut. Yeti Bangun Lestari, S.Keb.,Bd. selaku Pembimbing Klinik turut menambahkan informasi dan memberi penguatan materi kepada partisipan. Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi serta evaluasi singkat terkait materi yang telah disampaikan. Secara keseluruhan acara terlaksana dengan baik dan sasaran dapat memahami terkait informasi yang telah diberikan.
“Semoga dengan diadakannya penyuluhan ini, pasien dan keluarga semakin memahami tentang cara menangani diare pasca kemoterapi dengan tepat. Kepada pasien yang menjalani kemoterapi menjadi lebih semangat selama menjalani pengobatan kemoterapi hingga tuntas agar sel kanker dalam tubuh tidak tumbuh dan berkembang kembali. Kepada keluarga ataupun pendamping pasien kemoterapi tidak perlu terlalu khawatir akan efek samping yang ditimbulkan, namun tetap memperhatikan cara penanganan yang tepat dari efek samping yang ditimbulkan,” harapan dan tutup Dinda selaku panitia saat diwawancara secara langsung pada 6/10/22.
Penulis: Faisal Adi Irawan
Editor : Naili Raudiatus Zahra (Airlangga Nursing Journalist)




