51动漫

51动漫 Official Website

Berita Acara Kelompok PKRS: Gangguan Belajar pada Anak di Poli Keswara Rumah Sakit Menur Surabaya

NERS NEWS — Gabungan Mahasiswa (Angkatan A21) Profesi Ners 51动漫 sukses mengedukasi keluarga pasien anak dan remaja sebagai bentuk dukungan untuk memahami masalah gangguan belajar.

Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) merupakan bagian dari tugas mahasiswa Profesi Ners untuk memenuhi kompetensi keperawatan. Pelaksanaan kegiatan PKRS ini dihadiri oleh keluarga pasien, mahasiswa Profesi Ners dari kelompok Ruang Lili, beserta dengan Mas’udah, S.Kep., Ns. sebagai pembimbing klinik. Kegiatan PKRS ini dilaksanakan di Poli Keswara (Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja) Rumah Sakit Menur pada 17 Juni 2025.

Penyuluhan mengenai gangguan belajar pada anak telah disampaikan dengan baik oleh pemateri. Penjelasan yang disampaikan yaitu mengenai pengertian gangguan belajar, jenis gangguan belajar, faktor penyebab gangguan belajar pada anak, pengendalian kesulitan belajar, indikasi gangguan belajar, dan penanganan pada anak dengan gangguan belajar. Materi disampaikan dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami oleh keluarga pasien serta memberikan contoh untuk mempermudah pemahaman. Pemateri juga melakukan interaksi secara aktif dengan peserta, mengajukan pertanyaan, dan memberikan kesempatan untuk berdiskusi. Penyampaian materi ini dilakukan secara komunikatif sehingga peserta mampu memahami mengenai masalah gangguan belajar pada anak.

Anak dengan gangguan belajar merupakan anak yang mengalami gangguan dalam satu atau lebih proses psikologis yang mencakup pemahaman dan penggunaan bahasa ujaran atau tulisan. Gangguan tersebut dapat berupa kesulitan mendengarkan, berpikir, mengingat, penalaran, dan keterampilan motorik. Jenis gangguan belajar pada anak terdiri dari disleksia, diskalkulia, disgrafia, gangguan pendengaran dan proses visual, ketidakmampuan belajar nonverbal, serta gangguan bahasa spesifik.

Kondisi pada anak dengan gangguan belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu terganggunya fungsi otak, faktor hereditas, faktor lingkungan, dan nutrisi. Kondisi seperti ini menunjukkan 20% gangguan belajar pada anak dipengaruhi oleh keturunan, dan 80% menunjukkan mayoritas dipengaruhi oleh lingkungan dan pola asuh orang tua. Oleh karena itu, orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam proses belajar anak.

Pengendalian kesulitan belajar pada anak dapat dilakukan dengan penghargaan secara langsung jika menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang dipenuhinya. Sebaliknya, jika anak melakukan perilaku negatif maka akan diberi peringatan. Selain itu, orang tua juga dapat memberikan dukungan untuk memunculkan motivasi dalam usaha menyelesaikan kesulitan belajar terhadap anak. Terapi melalui psikiater juga dapat dilakukan sebagai upaya orang tua dalam membantu proses pengobatan gangguan belajar.

Dukungan orang tua dan pola asuh yang baik mampu membantu mencegah dan menangani gangguan belajar lebih optimal. Oleh karena itu, edukasi dan kesadaran mengenai pentingnya memahami indikasi dan pola asuh orang tua pada anak saat di rumah harus terus ditingkatkan. Selama penyuluhan, keluarga pasien tampak antusias dalam memahami materi serta aktif bertanya.

 

Penulis: Kelompok Ruang Lili RS Menur
Editor: Nandyta Putri Rahmadhani (Airlangga Nursing Journalist)