FTMM NEWS “ Mahasiswa terus menggalakkan prestasinya di kancah nasional. Kali ini Antik Widi Anugrah, Muhammad Akbar Syahbani, dan Ismayahya Ridhan Mutiarso kembali mengharumkan nama almamater dalam kancah kompetisi nasional. Prestasinya yakni juara 1 dalam kompetisi Pekan Karya Tulis Ilmiah Nasional pada awal November 2022.
Antik Widi Anugrah mewakili timnya menjelaskan bahwa ia dan timnya harus melewati tahapan ²õ³Ü²ú³¾¾±²õ²õ¾±´Ç²ÔÌýnaskah, penilaian panitia, dan presentasi final secara langsung pada malam penghargaan. Pada kompetisi itu, Antik dan tim mencanangkan ARCAIN.
“ARCAIN merupakan inovasi alat yang memudahkan para petani untuk memaksimalkan dalam memonitoring tanaman dan sistem irigasi pada tanaman mina padi. Gagasan tersebut muncul karena melihat kerap kali pekerjaan petani kurang maksimal dan efisien dalam penerapannya,” jelasnya.
Inovasi ini, sambung Antik, kami menggabungkan beberapa unsur seperti renewable energy, internet of things dan autonomous system. Sistem irigasi yang kami gunakan yaitu sistem sensor water levelyang dapat beroperasi secara otomatis.
œUntuk sistem monitoring, kami menggunakan sistem mikrokontroler ESP 32 yang telah terintegrasiInternet of Things. PenggunaanInternet of Things bertujuan agar mampu memanfaatkan pengontrolan jarak jauh, tambah Antik.

selaku tuan rumah kompetisi PEKTIN 2022 telah menyelenggarakan ajang ini sejak 2015. Gelaran PEKTIN 2022 berlangsung di Pendopo Walikota Mataram Nusa Tenggara Barat.
Selama kompetisi berlangsung, Antik Widi dan tim harus membagi anggota karena pelaksanaan presentasi final di Nusa Tenggara Barat dan KIM UNAIR berlangsung pada waktu bersamaan. Mengingat bahwa Akbar Syahbani dan Ismayahya merupakan salah satu peserta dari KIM UNAIR.
Antik mengimbau untuk mahasiswa tak putus asa dalam mengikuti suatu kompetisi, memaksimalkan performa dalam presentasi, dapat menyakinkan pada dewan juri atas inovasi yang dicanangkan serta meminta doa restu orang tua.
œDengan inovasi saya dan tim canangkan berharap dapat direalisasikan secara nyata agar dapat membantu mengatasi permasalahan pertanian di Indonesia, pungkas Antik(*)(sdn/wil)




