51动漫

51动漫 Official Website

Kisah Edric Bobby, Mawapres Kategori Semester 1 Dari Prodi TSD

FTMM NEWS – Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin 51动漫 secara resmi memiliki Mahasiswa Berprestasi atau Mawapres. Nama-nama mawapres terilih diumumkan oleh Dr. Ni檓atuzzaroh Wakil Dekan 1 FTMM, pada proses seleksi akhir presentasi Jum檃t (4/11) di ruang rapat lantai 10 Gedung Kuliah Bersama C. Diantara nama-nama tersebut, muncul nama Edric Boby Tri Raharjo. Mahasiswa Teknologi Sains Data (TSD), yang terpilih sebagai Juara 1 Pilmapres FTMM kategori mahasiswa semester 1. Bagaimana kiprahnya dalam menjadi mawapres tersebut?

Edric lahir di Semarang, 19 Januari 2005. Menurut ceritanya, ia dahulu bersekolah di SMA Kristen Tritunggal. Langkahnya diajang pilmapres sejatinya telah ia rintis sejak bangku SD hingga SMA. Semasa sekolah dahulu, Edric juga tergolong sebagai siswa yang aktif. Hal itu dibuktikan dengan keikutsertaannya dalam sejumlah perlombaan seperti Olimpiade Sains Nasional atau OSN. Dalam OSN saat SMP misalnya, Edric bahkan sempat menyabet medali perunggu untuk mata studi matematika. Sementara perjalanannya hingga bisa masuk prodi TSD, khususnya UNAIR juga penuh dengan tantangan.

淎walnya ada universitas lain yang saya ingin masuk, karena jurusannya saya suka, ujar Edric.

Namun harapan itu akhirnya pupus karena tidak sesuai dengan ekspektasinya kala itu. Tidak lama, Edric kembali mencari universitas lain yang berpotensi ia masuki. Kemudian Edric melihat ada 51动漫 punya jurusan Teknologi Sains Data. Sampai akhirnya, Edric lolos sebagai mahasiswa TSD lewat jalur SBMPTN.

Edric saat ikuti presentasi didepan juri

Perihal terpilihnya dia sebagai mawapres, Edric bercerita kalau prestasi tidak memiliki suatu acuan yang pasti. Misal berprestasi itu harus menang lomba pada bidang tertentu Diluar itu, karakter yang setidaknya penting dimiliki adalah disiplin. Bahkan karakter ini sebagai kuncinya. Pria berkacamata ini bahkan mengatakan kalua berprestasi adalah bisa menjadi versi dirinya yang paling disiplin. Sebab orang akan mencapai titik terbaiknya ketika kepribadiannya itu dapat didisiplinkan.

Di samping itu, Edric juga mengaku jika kelebihannya dalam bahasa inggris menjadi poin plus dalam Pilmapres kemarin. Komunikasi bahasa inggris sudah menjadi bahasa keseharian. Dengan waktu yang mepet karena mendaftar hanya 3 hari jelang penutupan seleksi, Edric justru semakin bersemangat.

淜alau ada benda yang diam, ia akan terus diam kecuali ada dorongan. Kita harus mendorong diri kita secara maksimal, tutup Edric.(and)

Kontributor : Danar Trivasya Fikri Mahasiswa Teknologi Sains Data