51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

SPS UNAIR dan IDI NTB Jalin Sinergi Tri Dharma: Perkuat SDM dan Riset Kesehatan untuk Dampak Nyata

Sekolah Pascasarjana (SPS) 51¶¯Âþ (UNAIR) melakukan kunjungan audiensi strategis ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis, 26 Februari 2026. Pertemuan yang digelar secara hybrid ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kerja sama berbasis Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Penyambutan dan Fokus Kolaborasi

Delegasi SPS UNAIR disambut hangat oleh dr. Asri Dwina Prihatni, MM, MH.Kes., Ketua Divisi/Biro Hukum, Pembinaan, dan Pembelaan Anggota (BHP2A) IDI Wilayah NTB, beserta jajaran pengurus dan para dokter di Provinsi NTB.

Fokus utama audiensi ini adalah integrasi potensi akademik dan praktisi dalam tiga pilar utama, Peningkatan kapasitas SDM tenaga medis melalui program pascasarjana. Penelitian: Kolaborasi riset mendalam di bidang ekonomi kesehatan dan manajemen bencana, serta Pengabdian Masyarakat melalui i³mplementasi ilmu pengetahuan untuk kemajuan pelayanan kesehatan di NTB.

Delegasi Sekolah Pascasarjana UNAIR

Hadir mewakili SPS UNAIR, delegasi dipimpin oleh para pakar lintas disiplin:

* Dr. Wahyu Aditama Putra Mukti Wibawa, SE., M.Si. (Koordinator Program Studi Magister Ekonomi Kesehatan).

* Dr. Hariyono, S.Kep., M.Kep. (Ketua Satuan Penjaminan Mutu, SPS UNAIR).

* Dr. Hijrah Saputra, ST., M.Sc. (Dosen Magister Manajemen Bencana, SPS UNAIR).

“School of Collaborative Leadership” & Kampus yang Berdampak

Dalam pertemuan tersebut, delegasi menekankan peran SPS UNAIR sebagai “School of Collaborative Leadership”. Konsep ini mengedepankan kepemimpinan yang mampu merangkul berbagai sektor (akademisi, praktisi, dan organisasi profesi) untuk memecahkan tantangan kesehatan yang kompleks secara kolektif.

Sebagai bagian dari 51¶¯Âþ yang merupakan Kampus Unggul, langkah ini merupakan komitmen nyata untuk menjadi institusi yang Berdampak. UNAIR tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi memastikan bahwa setiap riset dan inovasi yang dihasilkan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat dan para profesional medis di daerah, termasuk di Nusa Tenggara Barat.

Harapan Kedepan

Melalui audiensi ini, diharapkan akan tercipta ekosistem riset bersama dan program pengembangan kompetensi yang mampu menjawab tantangan jaminan kesehatan nasional maupun manajemen risiko bencana di wilayah NTB.