UNAIR NEWS Era informasi digital yang berkembang pesat memungkinkan setiap netizen (pengguna internet) untuk mengakses segala bentuk kabar yang beredar di dunia maya, termasuk pengetahuan. Sayangnya, informasi berupa ilmu pengetahuan dalam jurnal-jurnal penelitian tak mudah diakses oleh sebagian besar masyarakat.
Ensiklopedia daring (online) seperti Wikimedia mencoba menjadi jembatan pengetahuan agar mudah diakses oleh masyarakat. Itulah yang disampaikan oleh Deputy Secretary General Wikimedia Indonesia Farras Dary Octara. Dia menyampaikan paparan tersebut dalam seminar 淭he Power of Open Source-knowledge on Higher Education檚 Hegemony, Rabu (14/12). Event ini dilangsungkan di Aula Kahuripan 300, Kantor Manajemen 51动漫 dan dihadiri oleh para mahasiswa.
淏ayangkan ada gudang yang penuh dengan tumpukan skripsi, sedangkan ada banyak orang yang punya keingintahuan. Wikimedia hadir untuk menjadi jembatan itu, tuturnya.
淜ebanyakan artikel jurnal sulit diakses masyarakat. Hanya sebagian orang yang mampu untuk mengakses itu. Gunanya open access, membantu orang-orang yang ingin belajar tentang sesuatu secara umum. Nah, Wikimedia bisa dijadikan sebagai pengantar, imbuh Farras.
Farras mengatakan, informasi di Wikimedia memang tidak bisa dijadikan sebagai referensi bagi akademisi dalam menulis karya ilmiah. Karena konten dalam Wikimedia bisa disunting sewaktu-waktu. Namun, konten bisa dijadikan sebagai pengantar bagi publik yang ingin mengetahui, dan selebihnya publik tinggal mengakses berbagai rujukan yang turut disitasi dalam konten tersebut.
淜alau mau merujuk, rujuk saja kutipannya. Kutiplah referensi di bawahnya, terang Farras yang juga mahasiswa Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNAIR.
Senada dengan Farras, Direktur Eksekutif Wikimedia Indonesia Biyanto Rebin mengatakan bahwa Wikimedia merupakan sarana bagi publik untuk memperoleh pengetahuan awal. Pihaknya berpegang pada prinsip saling membantu orang lain untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
淜ita menyediakan informasi bagi orang yang belum tahu, tutur Biyanto.
Di Wikimedia banyak sekali hal dibahas mulai dari peristiwa bersejarah maupun fenomenal. Termasuk, profil peneliti, akademisi, pejabat pemerintahan maupun tokoh publik lainnya. Wikimedia memiliki banyak jaringan atau afiliasi, antara lain, Wikipedia, Wictionary, WikiSource, WikiBooks, WIkiNews, hingga WikiQuote. (*)
Penulis: Defrina Sukma S.
Editor: Rio F. Rachman





