51动漫

51动漫 Official Website

Epidemiologi dan kekambuhan jaringan lunak oral Exophytic lesi: Studi penampang multicenter dari Rumah Sakit Akademik di Surabaya

Ilustrasi Penderita Ulkus Oral (Sumber: iStock)
Ilustrasi Penderita Ulkus Oral (Sumber: iStock)

Lesi eksofitik pada mukosa mulut sering dijumpai dalam praktik sehari-hari, dengan prevalensi 25,8%, merupakan pertumbuhan patologis di atas kontur mukosa mulut akibat hipertrofi, hiperplasia, neoplasia, dan penumpukan cairan pada jaringan epitel/mesenkim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis epidemiologi kekambuhan lesi eksofitik jaringan lunak yang belum pernah dilakukan di rumah sakit pendidikan di Surabaya. Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang menggunakan data rekam medis pasien dengan lesi jaringan lunak eksofitik yang menjalani operasi di Rumah Sakit Pendidikan di Surabaya antara 1 Januari 2018 dan 30 April 2022. Hubungan antara usia, jenis kelamin, ukuran, warna, dasar, lokasi, dan etiologi dengan kekambuhan diukur menggunakan peringkat biserial dan koefisien kontingensi. Sebanyak 143 rekam medis memenuhi kriteria inklusi, dengan 3 kasus rekurensi (2,09%), 2 mukokel, dan 1 schwanoma. Terdapat hubungan yang signifikan antara lokasi dan rekurensi pada kelenjar ludah (p=0,011; p<0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia, jenis kelamin, ukuran, warna, dasar, lokasi, dan etiologi dengan rekurensi lesi tumor mesenkimal. Rekurensi pada kelenjar ludah berkaitan dengan lokasi tetapi tidak berkaitan dengan usia, jenis kelamin, ukuran lesi, warna lesi, dasar, dan etiologi. Rekurensi tumor mesenkimal tidak berkaitan dengan usia, jenis kelamin, ukuran, warna, dasar, lokasi, atau etiologi.

AKSES CEPAT