51动漫

51动漫 Official Website

Epistemologi dan Pengembangan Suara Guru Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing dalam Penelitian dan Penerbitan

Ilustrasi guru bahasa Inggris (Foto: Kompasiana)
Ilustrasi guru bahasa Inggris (Foto: Kompasiana)

Studi ini melaporkan epistemologi dan suara dari dua guru EFL non-asli (NNEFL) yang merefleksikan pengalaman penelitian dan publikasi mereka di universitas non-berbahasa Inggris di Indonesia. Kami menggunakan kerangka kerja dialogis dan suara diri yang diusulkan oleh Bakhtin (1981) dan Reinharz (1997) untuk menggambarkan perkembangan epistemologis dan suara mereka saat mereka beralih menjadi peneliti guru.

Dalam penulisan EFL atau Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua (ESL), penelitian tentang dialogisme biasanya diikuti oleh suara penulis atau konsepsi “diri” untuk menceritakan bagaimana interaksi sosial memengaruhi suara diri yang terlihat dalam karya tulis mereka. Alasan di balik integrasi suara diri ke dalam dialogisme adalah bahwa suara diri tidak dapat dipisahkan dari interaksi sosial, karena perkembangan diri seorang penulis dipengaruhi oleh interaksi sosial mereka dengan penulis lain.

Banyak penelitian sebelumnya telah menyelidiki suara mahasiswa dalam penulisan akademis, dengan para peneliti menyelidiki suara penulis dari berbagai genre, termasuk linguistik fungsional sistemik (SFL) (Emilia dan Hamied 2015; Gardner 2012; Jackson 2021; Nagao 2019; Yasuda 2017), dialogisme (Divsar dan Amirsoleimani 2020; Hallman dan Burdick 2018; Hong 2015; Kerkhoff 2015; Lengelle 2020; Mori 2017; Rodas dan Colombo 2021), dan epistemologi (Atasoy dan K眉莽眉k 2020; Bhatti et al. 2020; Cahusac de Caux et al. 2017; Cisneros 2022; Gray 2017).

Studi-studi ini, yang mengeksplorasi evolusi epistemologis penulis, umumnya melibatkan mahasiswa sarjana, magister, dan doktoral dalam konteks EFL/ESL. Di bidang pendidikan guru, para peneliti biasanya membahas berbagai isu dari berbagai perspektif, misalnya, pengembangan suara kepenulisan siswa (Gardner 2012; Jackson 2021; Nagao 2019), kinerja supervisor (Xu 2014; Divsar dan Amirsoleimani 2020; Hallman dan Burdick 2018), tantangan yang dihadapi oleh siswa dan guru (Sato dan Loewen 2019; Yuan 2017; Xu 2014), dan isu-isu etika dalam penulisan dan publikasi penelitian (Aiyebelehin 2022). Seperti yang ditunjukkan Yuan (2017), ada banyak isu epistemologis dan suara diri yang diciptakan oleh guru EFL yang perlu dipecahkan. Anehnya, dalam pendidikan guru/EFL, terdapat kekurangan studi sebelumnya tentang bagaimana guru EFL dari universitas dengan basis penelitian rendah melakukan penelitian dan publikasi dalam karya profesional mereka.

Penulis: Rima Firdaus, S.Hum., M.Hum

Informasi selengkapnya dapat diakses pada artikel berjudul EFL Teachers’ Epistemology and Voice Development in Research and Publishing in a Non-Research-Based University in Indonesia

AKSES CEPAT