UNAIR NEWS – ESGI Dataset di bawah naungan Center for Environmental, Social, and Governance Studies () 51动漫 (UNAIR) menyelenggarakan EdTalk: ESGI Dataset Talk episode Bedah Cara Pikir Skripsi Bareng Bu Ira. Kegiatan tersebut terselenggara secara daring via Zoom Meeting pada Selasa (7/4/2026).
Dr Ira Mirawati MSi, selaku pembicara menyoroti adanya faktor kesulitan dalam merumuskan gagasan skripsi secara mandiri. Menurutnya, kunci menghadapi kesulitan dalam proses menulis skripsi ada pada cara berpikir mahasiswa itu sendiri.
“Jadi, kalian yang mungkin sudah berada di semester akhir namun belum sempro (seminar proposal, red) atau proses skripsi. Tidak apa-apa, jangan berpikir untuk tertinggal atau merasa tersaingi dengan teman-teman. Ayo, mulai sekarang ubah cara pikir kalian,” ungkapnya.
Ubah Pola Pikir Bikin Skripsi Ngalir
Lebih lanjut, Ira menjelaskan bahwa skripsi bukanlah ajang persaingan. Tips menulis skripsi secara efektif dimulai dari terus menulis tanpa terjebak pada perfeksionisme kepenulisan. 淜emudian jangan berpikir untuk langsung menulis skripsi yang sempurna. Hal ini namanya jebakan perfeksionis, ujarnya.
Proses menulis skripsi merupakan kesempatan bagi mahasiswa. Ira menyarankan untuk membuat pengandaian bahwa akhir dari proses menulis ini adalah momen kelulusan yang dinanti-nanti. Lingkungan pertemanan yang suportif juga diperlukan untuk proses kelancaran menulis.
淛adi teman-teman untuk mengerjakan skripsi, hampir semua yang lulus tepat waktu pasti ngerjain bareng temannya dan itu menurut saya lebih memotivasi. Sebab, mereka saling memberi masukan satu sama lain, jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun pondasi yang kuat, sistematis, dan logis pada bab satu. Menurutnya, bagian awal skripsi menjadi penentu arah penelitian hingga tahap akhir penulisan.
Penggunaan AI dalam Menulis Skripsi
Dalam pemaparannya, selain membahas pola pikir ia juga menyinggung penggunaan AI dalam menulis skripsi secara bertanggung jawab. Menurutnya, AI dapat menjadi alat kolaborasi atau pendukung gagasan bukan sarana menyalin informasi.
淪aya tetap mendukung penggunaan AI dalam proses menulis skripsi. Namun, secara bertanggung jawab bukan asal copy-paste informasi dari AI tanpa mencari kebenarannya terlebih dahulu, ujarnya.
Ia menggarisbawahi pentingnya berpikir kritis mahasiswa dalam menulis skripsi meskipun AI menawarkan bantuan. Penggunaan data minimal lima tahun terakhir menjadi sumber kuat penulis. Sumber data dapat berasal dari jurnal ilmiah, laporan riset, situs penyedia data resmi, hingga dokumen pemerintah atau berita resmi yang kredibel.
Ia juga menjelaskan bahwa alur logika untuk menyusun skripsi harus runtut. Hal ini meliputi identifikasi masalah yang jelas, bukti data akurat, dampak yang ditimbulkan serta urgensi yang menjadi dasar penulisan skripsi. 淎I legal untuk membuat skripsi tetapi sebatas kerangka saja dengan tetap lakukan tinjauan pustaka yang komprehensif, pungkasnya.
Penulis: Amelia Farah Putri Iswara
Editor: Yulia Rohmawati





