51动漫

51动漫 Official Website

EU Centre Buka Peluang Riset dan Beasiswa di Eropa

Amalia Nurul Muthmainnah saat menyampaikan materi soal peluang beasiswa di Eropa pada Kamis (21/11/2024) (Foto: Dok. PKIP)

UNAIR NEWS – Pada Kamis (21/11/2024), 51动漫 (UNAIR) meresmikan European Union (EU) Centre pertama di Indonesia. Momentum tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Rektor UNAIR Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak dan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia HE Denis Chaibi. Pada hari yang sama, EU Centre juga menggelar seminar yang membahas peluang riset dan beasiswa untuk sivitas akademika.

Kegiatan ini berlangsung di Ternate Hall, ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B. Adapun pembicara dalam kegiatan ini adalah Dr KRMH Tatas Brotosudarmo dan Amalia Nurul Muthmainnah. Keduanya merupakan alumni yang sama-sama pernah menerima beasiswa riset maupun studi di Eropa.

Sejak 2021, EU memberi anggaran dana lebih dari 95 miliar euro untuk program riset dan inovasi. Program ini terbuka untuk seluruh mahasiswa Indonesia, baik mahasiswa sarjana, magister, hingga doktor. Ada beberapa program yang dapat mahasiswa ikuti, yaitu Annual Research Conference (ARC) dan Marie Sk艂odowska-Curie Actions (MSCA).

淜alau mengambil doktor dengan program ini (MSCA) maka Anda akan dibangun kapasitasnya tidak hanya sebagai seorang doktor yang lulus kemudian menjadi dosen atau peneliti, tetapi dibentuk secara utuh. Karena (diajari, red) kemampuan memecahkan masalah yang ada di industri juga, ungkap Tatas.

Program riset yang EU tawarkan juga memiliki keunggulan lain. salah satunya adalah mobilitas yang tinggi sehingga mahasiswa untuk dapat melakukan riset di mana pun, baik di universitas yang berbeda hingga riset langsung di industri. Selain itu, pengalaman multikultural juga bisa Mahasiswa dapatkan karena program ini berlaku bagi mahasiswa dari berbagai negara yang menjadi bagian Horizon Europe.

Dr KRMH Tatas Brotosudarmo saat menyampaikan materi soal peluang riset di Eropa pada Kamis (21/11/2024) (Foto: Dok. PKIP)

Di samping riset, EU juga banyak membuka program untuk studi dengan beasiswa di kampus-kampus Eropa. Program tersebut bernama Erasmus+. 淓rasmus+ itu payung besarnya program-program Uni Eropa untuk anak muda. Ada education, training, youth, and sport, papar Amalia. 

Beasiswa Erasmus+ memiliki banyak kelebihan. Salah satunya jika mahasiswa ingin melanjutkan pendidikan magister melalui program ini, maka mahasiswa akan mendapat kesempatan untuk belajar di dua kampus di dua negara berbeda pula. Hal ini karena skema yang Erasmus+ tawarkan berupa konsorsium.Oleh karena itu, awardee dapat memilih untuk menjalani kuliah di beberapa kampus berbeda sesuai negara anggota konsorsium tempat mereka mendaftar. 

Penulis: Afifah Alfina

Editor: Edwin Fatahuddin

AKSES CEPAT