UNAIR NEWS Electric Vehicle on Study (EV-OS) baru saja melaksanakan pengabdian masyarakat ke Pulau Gili Iyang, Dungkek, Sumenep, Madura pada Kamis-Sabtu (29-2/3/3034). Tidak sendiri, mereka juga bersama mahasiswa internasional yang hadir dalam SEGTA, sebuah gelaran akbar (FTMM).
Melalui acara tersebut, FTMM 51动漫 (UNAIR) berusaha untuk merangkul mahasiswanya untuk bisa berpartisipasi sekaligus melaksanakan pengabdian masyarakat. Dalam sesi wawancara pada Minggu (3/3/3034), Non-Technical Manager EV-OS Team Hafizh Alauddin Atallah juga mengakui hal itu.
Ia mengatakan jika EV-OS, sebagai Badan Semi Otonom (BSO) di FTMM, menjadi salah satu komunitas yang mendapat amanah untuk menjalankannya. 淓V-OS ini kan salah satu BSO di bawah fakultas, kita juga diajak buat partisipasi di SEGTA ini, jelas Hafizh.

Pasang Solar Shelter
Di Gili Iyang, agenda utama yang mereka lakukan adalah untuk memasang solar shelter, sebuah tempat pengisi daya dengan memanfaatkan solar panel. Dengan alat itu, cahaya matahari dapat menjadi energi listrik yang bisa masyarakat setempat manfaatkan untuk mengisi daya perangkat mereka.
Untuk tempat pemasangan solar shelter, Hafizh menyebut jika ada dua lokasi yang menjadi titiknya, yakni di Pantai Ropet dan Desa Banraas. Ia mengatakan jika akses listrik di sana masih terbatas dan solar shelter ini dapat membantu masyarakat mengurangi permasalahannya.
Solar shelter-nya itu buat tempat charging station umum, tapi memanfaatkan solar panel. Karena listriknya terbatas di sana, jadi kita memanfaatkan cahaya matahari buat hasilkan listrik yang bisa untuk umum, ungkapnya.
Pemasangan solar shelter berlangsung pada hari ketiga, yakni Sabtu (2/3/2024), setelah dua hari sebelumnya melakukan survei lokasi dan pembuatan pondasi. Mahasiswa asing yang bersama mereka ke Gili Iyang banyak melakukan kunjungan ke daerah setempat hingga membantu instalasi solar shelter tersebut.
Perbaikan Solar Shelter
Selain pemasangan, Mahasiswa Program Studi itu menyampaikan jika mereka juga melakukan pemeriksaan pada solar shelter tahun sebelumnya. Pada pemeriksaan itu, mereka menemukan sejumlah masalah kecil, salah satunya adalah solar panel yang tertutup pohon.
淜arena kita memasangnya di samping pohon, pohonnya itu tumbuh gedhe, agak menutupi bagian solar panel di atasnya. Jadi daya serapnya kurang maksimal, ujar Hafizh.
Solar panel yang tertutup dahan membuat siklus listrik pada baterai yang seharusnya bagus karena cukupnya paparan sinar matahari menjadi tidak maksimal. Pada akhirnya, mereka memutuskan untuk memotong dahan tersebut agarsolar panelnya mendapatkan cahaya matahari yang cukup, 測a, akhirnya kita potong, tutup Hafizh. (*)
Penulis: Muhammad Badrul Anwar
Editor: Nuri Hermawan





