51动漫

51动漫 Official Website

Evaluasi Farmakologi Molekuler Supresi DNA Gyrase pada Komponen Minyak

Ilustrasi minyak (sumber: merdeka)

Infeksi menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak diperhatikan terutama di negara negara berkembang. Melansir dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat beberapa patogen termasuk Acinetobacter baumannii, Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa hingga Staphylococcus aureus yang resistan terhadap methicillin yang menjadi prioritas untuk diselidiki oleh peneliti di dunia. Hal ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya resistensi antibiotik pada beberapa prevalensi bakteri yang terjadi di berbagai belahan dunia. Selain itu, kondisi ini juga diperburuk akibat dari kurangnya inovasi antibiotik baru dari dunia farmasi dalam upaya mengendalikan bakteri penyebab penyakit infeksi. 

Sejak dahulu, obat-obatan berbasis tanaman telah banyak digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit. Tanaman obat memiliki berbagai kandungan didalamnya yang disebut sebagai 渮at bioaktif dipercaya mampu memberikan aktifitas farmakologis. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menelisik potensi tanaman obat dalam penyembuhan suatu penyakit. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh Baz et al tahun 2024. Pada penelitian tersebut, peneliti melakukan eksplorasi kemampuan dari isolasi minyak atsiri daun anacyclus pyrethrum dalam memberikan aktifitas antimikroba. Tanaman ini merupakan tanaman yang berasal dari keluarga Asteraceae. Beberapa literatur telah menunjukkan manfaat tanaman ini dalam memberikan efek antiinflamasi dan antioksidan. Pada penelitian oleh Baz et al tahun 2024, isolasi minyak atsiri daun anacyclus pyrethrum mayoritas mengandung senyawa santolina alcohol sebanyak 40,7 % dari total keseluruhan minyak atsiri. Selain itu, terdapat pula kandungan germacrene-D sebanyak 8,9% dari hasil isolasi tersebut. Peneltian tersebut menunjukkan adanya aktivitas antimikroba dari isolasi minyak atsiri daun anacyclus pyrethrum pada beberapa bakteri gram positif maupun gram negatif seperti S. aureus, L. monocytogenes, P. mirabilis, S. Typhimurium, dan E. coli. Selain bakteri, isolasi minyak atsiri daun anacyclus pyrethrum juga ditemukan mampu menghambat pertumbuhan jamur penyebab penyakit. 

Pada penelitian Baz et al tahun 2024, juga dilakukan simulasi virtual terhadap komponen-komponen mayor dari isolasi minyak atsiri daun anacyclus pyrethrum. Simulasi virtual ini berperan penting dalam menentukan calon obat potensial yang dapat diisolasi dari isolasi minyak atsiri daun anacyclus pyrethrum. Simulasi ini terdiri dari prediksi farmakokinetika dan kemampuan penambatan senyawa terhadap DNA gyrase yang merupakan target kerja obat dalam mengendalikan pertumbuhan bakteri. Pada penelitian ini, terdapat 7 senyawa mayor dalam isolasi minyak atsiri daun anacyclus pyrethrum yang diteliti yaitu Santolina alcohol, 伪-Pinene, Yomogi alcohol, Limonene, (E)-尾-Farnesene, Germacrene D dan Artimisinic alcohol. Secara umum, hasil dari simulasi virtual menunjukkan bahwa ketujuh senyawa tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi obat antimikroba dimasa depan.

Temuan aktivitas antibakteri dan antijamur pada isolasi minyak atsiri daun anacyclus pyrethrum tentunya memberi angin segar terhadap perkembangan pengobatan penyakit infeksi di dunia kesehatan. Dengan adanya kemajuan penelitian ini, diharapkan mampu untuk mendorong perkembangan obat antimikroba baru yang dapat berperan dalam mengatasi berbagai permasalahan infeksi yang selama ini terjadi. Namun, perlu digarisbawahi bahwa penelitian lebih lanjut sangat direkomendasikan untuk dapat dilakukan guna mengonfirmasi potensi aplikasi minyak esensial ini sebagai agen antimikroba. Berbagai upaya pengembangan seperti penelitian yang mencakup isolasi senyawa, sintesis analog senyawa hingga modifikasi senyawa yang terkandung dalam isolat minyak atsiri daun anacyclus pyrethrum dapat dilakukan guna mendapatkan manfaat yang lebih baik. Selain itu, penelitian lebih lanjut mengenai keamanan dari senyawa-senyawa hasil isolasi minyak atsiri daun anacyclus pyrethrum sangatlah diperlukan dalam pengembangan obat antimikroba.

Ditulis oleh Chrismawan Ardianto, PhD., Apt

Berdasarkan publikasi Baz et al, 2024 pada Heliyon Volume 10, Issue 16, 116432.

AKSES CEPAT