Habitat ikan kerapu berada di dasar perairan laut subtropis dan tropis. Pada umumnya bersifat soliter akan tetapi saat waktu akan memijah ikan bergerombol. Ikan kerapu dari muda hingga dewasa bersifat demersal akan tetapi pada saat menjadi telur dan larva bersifat demersal. Pada siang hari pada umumnya larva ikan kerapu menghindari permukaan air. Penyebaran vertikal tersebut sesuai akan sifat ikan kerapu yang dimana pada siang hari banyak bersembunyi di liang-liang karang sedangkan pada malam hari aktif untuk mencari makan.
Ikan kerapu macan sering dijumpai bersembunyi di antara karang-karang dan tempat yang terlindungi dari sinar matahari, gelombang besar serat gangguan angin. Ikan kerapu hidup di alam dengan salinitas 15-30 ppt, suhu 28-30o C dengan kecepatan arus 20-40 cm/detik. Larva ikan kerapu macan menyukai habitat seperti periran pantai dekat muara sungai, sedangkan pada ikan kerapu macan menyukai habitat pantai yang banyak ditumbuhi alga (Glacilaria sp.) dan setelah dewasa hidup di perairan yang lebih dalam dengan dasar perairan berlumpur.
Ikan kerapu batik hidup di kawasan terumbu karang, atol dan pulau-pulau. Akan tetapi ikan kerapu batik juga dapat ditemukan di daerah estuari, muara sungai, sekirat mangrove yang memiliki perairan-perairan dangkal hingga 100 m di bawah permukaan laut. Bukan hanya perairan karang, lokasi bangkai kapal yang tenggelam juga menjadi rumpon yang nyaman bagi kerapu. Ikan kerapu tersebut akan berdiam dalam liang-liang karang atau rumpon. Ikan kerapu batik yang hidup pada perairan dengan salinitas 30-35 ppt, karena ikan kerapu batik toleran terhadap salinitas, sehingga ikan ini dapat hidup pada perairan di daerah estuari, sekitar sungai dan di sekitar mangrove yang memiliki salinitas antara 10-25 ppt. Walaupun demikian, salinitas pada pemeliharaan ikan kerapu batik di tambak harus dipertahankan pada angka optimal antara 22-32 ppt.
Pakan larva ikan kerapu macan yaitu rotifera, larva moluska, zooplankton dan copepod. Ikan kerapu macan merupakan predator pemangsa jenis ikan-ikan kecil, udang-udangan, intervebrata, rebon, zooplankton dan hewan-hewan kecil lainnya. Ikan kerapu juga dapat memakan ikan sesamnya pada ikiran yang tidak seragam, maka dari itu ikan ini bersifat kanibal yang terjadi pada larva ikan kerapu macan yang masih berumur 30 hari.
Benih ikan kerapu juga dapat diberikan pakan buatan antara lain pellet. Pemberian pakan pellet untuk pertumbuhan ikan kerapu masih terdapat beberapa permasalahan, diantarannya belum diketahui dosis terbaik yang menunjang pertumbuhan lebih cepat sehingga perlu dilakukan alternatif kajian/penelitian terkait dengan hal tersebut.
Ikan kerapu bersifat hermaprodit protogini, yaitu pada tahap perkembangan mencapai dewasa akan berjenis kelamin betina kemudian berubah menjadi kelamin jantan setalah umurnya bertambah tua. Terdapat dua cara untuk menentukan jenis kelamin kerapu jantan dan betina yaitu dengan meinghisap telur atau sperma dengan menggunakan metode pengurutan. Kerapu jantan akan mengeluarkan sperma jika diurut dan sebaliknyak, fenomena perubahan jenis kelamin pada ikan kerapu sangat erat hubungannya dengan aktivitas pemijahan, indeks kelamin, ukuran dan umur.
Ikan kerapu adalah ikan laut yang bersifat karnivora, sehingga membutuhkan protein relatif tinggi, dari beberapa peneletian menunjukkan bahwa kebutuhan protein yang dibutuhkan ikan kerapu berkisar antara 47-50%. Perbedaan kebutuhan protein disebabkan oleh beberapa hal antara lain perbedaan spesies, stadia, ukuran ikan serta sumber protein yang digunakan. Protein pakan yang berasal dari ikan segar maupun dari tepung ikan sangat penting untuk memperbaiki kualitas gonad. Ikan karnivora membutuhkan protein cukup tinggi untuk mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Kebutuhan protein yang tinggi tersebut kemungkinan disebabkan karena ketersediaan karbohidrat yang rendah sebagai sumber energi, sehingga sebagian dari protein digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi.
Selama masa pemeliharaan induk, dilakukan pemberian pakan berupa ikan segar dengan kandungan lemak rendah, seperti ikan layang, ikan kembung, cumi-cumi dan ikan terbang. Dosis pemeberian pakan yang diberikan yaitu 3-5% dari berat total ikan yang diberikan 1 kali perhari (pagi hari). Selain itu, untuk menjaga kesehatan ikan dan untuk memacu perkembangan dan kematangan gonad, induk diberi vitamin yang terdiri dari vitamin C, vitamin E, dan vitamin B-kompleks. Secara alami, larva kerapu yang baru menetas sudah dibekali dengan cadangan makanan berupa yolk egg. Selama cadangan makanan ini masih ada, larva kerapu belum mengambil makanan dari luar tubuhnya. Pakan yang diberikan pada larva ikan kerapu cantik ada beberapa jenis, antara lain pakan alami berupa rotifera, naupli artemia, dan udang rebon serta pakan buatan. Kadar protein untuk pakan starter (hingga ukuran 15 cm) minimal 48%.
Penulis: Luthfiana Aprilianita Sari
Jurnal: https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/1273/1/012081





