51动漫

51动漫 Official Website

Evaluasi Psikometri Connor Davidson Resilience Scale-25 Versi Indonesia Pada Penderita Ulkus Kaki Diabetik

ILUSTRASI diabetes melitus. (Foto: klikdokter.com)
ILUSTRASI diabetes melitus. (Foto: klikdokter.com)

Salah satu komplikasi Diabetes Melitus dalam jangka panjang adalah Diabetic Foot Ulcer (DFU). Pasien DFU harus meninggalkan pekerjaannya karena keterbatasan mobilitas, dan keterbatasan aktivitas serta meninggalkan pekerjaannya. Pasien DM mempunyai potensi komplikasi seperti ulkus kaki diabetik (DFU), data menunjukkan pasien DFU mempunyai beban yang tinggi karena lamanya rawat inap di rumah sakit. Kondisi ini akan memicu stres, depresi, kecemasan, ketidakberdayaan, dan kehilangan harapan pada pasien DFU dan dapat menjadi faktor risiko yang mempengaruhi ketahanan. International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan jumlah penderita diabetes secara global dapat mencapai 783,7 juta orang pada tahun 2045. Jumlah ini meningkat pada tahun 2021.

Masih terbatasnya penelitian yang menggambarkan prevalensi DFU di Indonesia. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa prevalensi DFU di Indonesia adalah 12%. Penelitian sebelumnya juga menyebutkan terdapat 184 pasien DFU di Kalimantan Selatan, Indonesia. Stressor pada pasien DFU berhubungan dengan rendahnya dukungan sosial, rendahnya literasi kesehatan, mahalnya biaya perawatan di rumah sakit, terbatasnya akses, pengobatan yang rumit, dan rendahnya informasi dari penyedia layanan kesehatan. Beberapa pasien dengan DFU mungkin mengalami komplikasi penyakit mental, seperti kecemasan dan depresi yang berhubungan dengan penyembuhan luka yang tertunda. Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk mengelola stres untuk memperoleh hasil kesehatan yang baik.

Resiliensi yang diartikan sebagai kemampuan psikososial dalam menghadapi kondisi krisis dan mengurangi emosi negatif merupakan salah satu strategi untuk bangkit kembali dalam kondisi tersebut. Kemampuan ini membantu individu bertahan dalam proses pengobatan yang panjang dan juga tetap fokus tanpa emosi negatif. WHO menyatakan bahwa ketahanan adalah faktor kunci dalam melindungi dan meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan di tingkat individu dan komunitas Memiliki ketahanan yang baik akan berkontribusi pada kesiapan transisi dan kepatuhan terhadap kepatuhan terapeutik, yang diperlukan pada pasien DFU yang menjalani pengobatan mandiri untuk mencapai status glikemik terkontrol. Ketahanan merupakan prediktor seluruh aspek kualitas hidup pasien diabetes dan pelatihan berbasis ketahanan dapat meningkatkan efikasi diri pasien tersebut.

Alat diperlukan untuk menilai ketahanan untuk mengembangkan strategi di antara pasien DFU. Beberapa skala ketahanan untuk populasi orang dewasa telah dikembangkan, seperti Skala Ketahanan untuk Ketahanan Disposisi Dewasa (RSA), Skala Ketahanan untuk Remaja (READ), Skala Ketahanan Singkat, dan Skala Ketahanan Connor Davidson. Resilience Measure (CD-RISC), kuesioner ini valid dan dapat diandalkan. Hasil review sebelumnya menyatakan bahwa Connor-Davidson Resilience Measure (CD-RISC) mempunyai sifat psikometrik yang memadai. Hal ini dapat digunakan untuk mengukur ketahanan pada sampel komunitas, pasien rawat jalan layanan primer, pasien rawat jalan psikiatri umum, uji klinis gangguan kecemasan umum, dan dua uji klinis PTSD di North Carolina, dan menggunakan Bahasa Inggris.

Namun, terdapat satu penelitian di Indonesia yang menguji validitas dan reliabilitas Connor-Davidson Resilience Measure (CD-RISC) di kalangan remaja dan dipublikasikan dalam bentuk presentasi poster. Struktur CD-RISC akan berbeda dalam konteks dan populasi dimana skala ini digunakan. CD-RISC awalnya digunakan untuk mengukur ketahanan pasien PTSD setelah pengobatan jangka panjang. Namun, CD-RISC kini telah digunakan dalam penilaian ketahanan pasien terhadap berbagai kondisi medis, perawatan, dan diagnosis, dan juga telah digunakan lintas budaya dan bahasa, seperti yang dijelaskan oleh pengembang melalui situs resmi mereka. Penggunaan CD-RISC telah dilaporkan di berbagai negara seperti DFU di Tiongkok dan amputasi ekstremitas bawah terkait diabetes di Hongaria. Belum ada studi validasi CD-RISC ini pada populasi DFU di Indonesia. Indonesia merupakan negara berpenduduk padat dengan beragam suku, agama, cara pandang, dan budaya sehingga penggunaan instrumen yang sesuai dan disesuaikan dengan karakteristik penduduknya sangat diperlukan. Sumber dan nilai ketahanan diperkirakan akan berbeda dibandingkan dengan populasi lainnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi reliabilitas dan struktur faktor Connor-Davidson Resilience Scale-25 (CD-RISC-25) versi Indonesia pada Pasien Ulkus Kaki Diabetik.

Penulis: Prof. Dr. Ah. Yusuf S., S.Kp., M.Kes.

Link:

Baca Juga: Selulosa sebagai Material Anti-fouling di Bidang Maritim

AKSES CEPAT