Indonesia menempati urutan kedua dunia untuk jumlah kasus penyakit tuberkulosis (TB) yang masih menjadi masalah kesehatan umum di masyarakat. Kebijakan dari World Health Organization (WHO) terkait pemberian obat antituberkulosis kombinasi dosis tetap (OAT-KDT) atau Fixed Dose Combination (FDC) secara gratis pada pasien TB sudah terlaksana tetapi sampai sekarang jumlah kasus TB masih tinggi.
Terapi TB merupakan pengobatan jangka panjang yang terdiri dari dua tahap, yaitu tahap intensif selama dua bulan pertama dan tahap lanjutan selama empat bulan berikutnya. Pengetahuan pasien TB yang kurang terkait penyakit TB akan mempengaruhi kepatuhan minum obat. Penelitian ini perlu untuk mengukur kesadaran pasien TB terhadap penyakit dan pengobatan TB dengan menggunakan kuesioner pengetahuan. Saat ini, beberapa penelitian perlu menunjukkan proses uji validitas dan uji reliabilitas kuesioner pengetahuan.
Ukur Validitas dan Reliabilitas
Penelitian ini telah terlaksana dengan tujuan untuk mengukur validitas dan reliabilitas kuesioner pengetahuan pasien TB. Penelitian berlangsung pada bulan April sampai Juni 2023 di beberapa puskesmas di Bengkulu, Indonesia, seperti Puskesmas Pasar Ikan, Jalan Gedang, Lingkar Timur, Penurunan, Perumnas, Curup dan Kepala Curup. Protokol penelitian ini peneliti dapat dari Komite Etik Penelitian Kesehatan 51动漫.
Penelitian ini merupakan penelitian prospektif dengan teknik aksidental sampling. Jumlah responden minimal untuk uji validitas adalah 30 orang dengan tiga kali uji coba untuk memperoleh kuesioner yang valid dan reliabel, sehingga diperoleh 93 responden. Kriteria inklusi responden penelitian ini adalah pasien TB berusia lebih dari 17 tahun yang merupakan pasien rawat jalan di puskesmas dan mampu membaca serta berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia. Kuesioner memiliki lima indikator, yaitu penyebab TB, penularan, pencegahan, gejala, dan pengobatan. Kuesioner terdiri dari pertanyaan positif dan negatif dengan pertanyaan tertutup dengan jawaban “ya” atau “tidak”. Penilaian kuesioner ini menggunakan skala Guttman.
Hasil uji validitas menunjukkan nilai total item yang dikoreksi lebih dari 0,30 yang berarti kuesioner ini valid. Berdasarkan temuan hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai alfa Cronbach lebih dari 0,60 secara keseluruhan yang berarti kuesioner ini reliabel. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa kuesioner pengetahuan TB sebagai alat ukur pengetahuan pasien TB menunjukkan hasil memenuhi validitas dan reliabilitas kuesioner.
Penulis: Syaripah Ulandari, Abdul Rahem, Yuni Priyandani
Informasi detail terkait artikel penelitian tersedia pada tautan berikut:





